“Membangun Kesadaran Rahsa Sejati”

Menajamkan Intuisi & Mengelola Mata Batin

Untuk Meraih Kesuksesan, Kemerdekaan Lahir & Kemerdekaan Batin

Konsultasi Spiritual, Pelatihan Manajemen Spiritual : Olah Rasa, Indera Keenam, dan Intuisi. Harmonisasi Alam Pikiran Sadar, Alam Pikiran Bawah Sadar dengan Guru Sejati. Pelatihan EQ, SQ dan Post SQ.

1.12.2010

Rahasia Suskes Orang Zaman Dahulu

(Tulisan ini sekedar untuk mengenang kehebatan ilmu keberuntungan nenek moyang kita zaman dahulu, sukur-sukur masih ada yang mau mencobanya, siapa tahu dapat menjadi pepadhang ing urip di tengah kegelisahan alam semesta seisinya, saya persembahkan buat rekan-rekan di manapun berada, suku bangsa dan umat agama apa saja, karena kita musti selalu belajar untuk welas tanpo alis, asih tanpo pilih sih, kesuksesan anda adalah kebahagiaan saya juga, motivasi saya masih sangatlah primitif, yakni demi mensukuri anugrah Ilahi, berupa kesuksesan hidup, meliputi ketenangan jiwa dan raga, kecukupan dan kemudahan materi serta kemudahan jelajah ruhani dan nurani, siapa tahu dapat menular kepada para sedulurku NKRI semuanya, semua aku transaksikan kepada Hyang Widhi, biarpun diperolok, dihina dan dicaci tak apalah tiada arti, toh akan banyak rekan-rekan sahabat yang diam-diam mencobanya, lalu merasakan kesuksesan lahir-batin, hidup serba kecukupan rizki dan materi, luhur budi pekertinya, hal itu sudah cukup membahagiakan bumi pertiwi).

RAHASIA SUKSES ORANG ZAMAN DULU

Berikut ini catatan barangkali bermanfaat bagi saudara-saudara, para pembaca yang budiman, terutama saat ini yang belum menemukan sumber mata-pencaharian yang cocok, yang belum berhasil memperoleh pekerjaan, atau baru memulai usaha dan bisnis. Mudah-mudahan berkenan dan saya pribadi turut memberikan support secara moril, semoga anda segera mendapatkan dan meraih apa yang menjadi harapan dan cita-cita, dengan mudah dan mencapai kesuksesan lebih dari yang ditargetkan. Semoga anda semua mendapat kemudahan dalam meraih berkah Tuhan yang telah ditebarkan di seluruh tempat dan wilayah di muka bumi ini tanpa kecuali.

W A T A K H A R I

Minggu ; Uriping jagad ; Baik

Senin ; Mlumpat ; Kurang baik

Selasa ; Babagan pati ; Sangat buruk

Rabu ; Uriping roh ; Baik

Kamis ; Purbaning roh ; Baik

Jumat ; Rasa tunggal ; Baik

Sabtu ; Dalaning pati ; Sangat buruk

Untuk melakukan berbagai keperluan, hajatan, negosiasi, lobi, memulai usaha, jangan dilakukan pada watak hari kurang baik dan sangat buruk. Misalnya anda melakukan negosiasi pada hari Selasa (sela-selaning manungsa), atau hari Sabtu biasanya hanya akan menemui kegagalan. Hal ini bukanlah latah, tetapi saya sendiri sudah seringkali mengalami, dan menyaksikan rekan-rekan yang pernah saya anjurkan. Mereka tinggal wilayahnya masing-masing di Jakarta, Surabaya, Jatim, Jateng, Kalimantan, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Pakan-Baru, dalam mengembangkan bisnisnya akhirnya selalu menggunakan patokan hari. Terutama saat menetapkan hari untuk memulai binsis dan negosiasi, dan puji syukur mereka semua kini telah sukses menjadi enterpreneur sejati dan pengusaha yang sukses lahir dan batinnya. Apa yang saya anjurkan sangat sederhana, lakukan proses negosiasi atau mengawali suatu usaha terutama pada hari Kamis atau Jumat. Biasanya akan mulai tampak hasilnya pada hari Minggu, Senin dan Rabu. Saya pribadi sangat menghindari hari Selasa dan Sabtu jika akan memulai melaksanakan tugas besar, atau melakukan negosiasi. Saya lebih memilih hari Kamis, atau Jumat untuk memulai usaha atau melakukan negosiasi. Dengan begitu, anda percaya atau tidak biasanya memperoleh hasil yang sangat gemilang. Sebaliknya, melakukan negosiasi atau mengawali bisnis pada hari Selasa dan Sabtu peluangnya adalah 90 % menemui kegagalan. Boleh kok dibuktikan. Hanya untuk orang-orang tertentu yang sudah memiliki “pagar-gaib” dan “kebal-celaka” saja yang masih bisa memperoleh hasil bila memulai nego dan bisnis pada hari Selasa. Untuk keperluan berziarah pun biasanya makam-makam agung, keramat, makam raja-raja, pada hari Selasa dan Sabtu tutup tidak melayani para peziarah. Hari Selasa dan Sabtu paling tepat kita gunakan untuk memperbanyak ibadah, yakni berdharma-bakti, beramal kepada sesama, membantu dan menolong orang lain yang sedang kesusahan atau kesulitan, berzikir, bermeditasi, olah semedi, maladihening dan sejenisnya. Bagi yang bekerja rutinitas, tidak masalah, hanya saja jangan melakukan pekerjaan di luar rutinitas sehari-hari. Misalnya jangan memulai negosiasi baru, mengawali program kerja baru, rapat pimpinan, rapat menentukan strategi baru dst.

ARAH BEPERGIAN MENCARI SANDANG PANGAN

BERDASARKAN WETON

Barat

Timur

Selatan

Utara

Jumat Legi

Rabu Kliwon

Minggu Kliwon

Selasa Pahing

Minggu Pahing

Kamis Legi

Kamis Pon

Jumat Wage

Sabtu Kliwon

Minggu Legi

Kamis Kliwon

Selasa Legi

Jumat Pahing

Jumat Kliwon

Senin Legi

Jum’at Pon

Kamis Pahing

Selasa Kliwon

Kamis Wage

Rabu Kliwon

Senin Kliwon

Rabu Pahing

Rabu Wage

Sabtu Pahing

Minggu Pon

Senin Wage

Sabtu Wage

Rabu Pon

Sabtu Legi

Senin Pon

Selasa Wage

Sabtu Pon

Minggu Wage

Senin Pahing

Keterangan ; anda dapat mencobanya, misalnya hari ini Kamis Kliwon berarti anda mencari peluang-peluang usaha, bisnis atau pekerjaan, dari rumah atau tempat tinggal anda saat ini, menuju ke arah Barat. Apabila anda ingin berpindah rumah atau tempat tinggal carilah waktu perpindahan tersebut tiba pada hari yang paling baik. Misalnya anda berpindah ke tempat baru yang arahnya ke Selatan dari rumah anda maka hari baik jatuh pada ; Selasa Kliwon, Kamis Wage, Rabu Kliwon, Senin Kliwon, Rabu Pahing, Rabu Wage. Demikian seterusnya.

ARAH BEPERGIAN MENCARI SANDANG PANGAN

BERDASARKAN JUMLAH NEPTU

Neptu

(Hari & Pasaran)

Utara

Timur

Selatan

Barat

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Mati

Selamat

Sakit

Hidup

Mati

Selamat

Sakit

Hidup

Mati

Selamat

Sakit

Hidup

Sakit

Mati

Hidup

Selamat

Sakit

Mati

Hidup

Selamat

Sakit

Mati

Hidup

Selamat

Hidup

Sakit

Selamat

Mati

Hidup

Sakit

Selamat

Mati

Hidup

Sakit

Selamat

Mati

Selamat

Hidup

Mati

Sakit

Selamat

Hidup

Mati

Sakit

Selamat

Hidup

Mati

Sakit

Keterangan; pilihlah arah bepergian anda sesuai jumlah neptu hari di mana anda harus bepergian keluar rumah untuk mencari matapencaharian atau pekerjaan, memulai, negosiasi bisnis. Untuk menentukan arah, patokannya adalah tempat tinggal atau rumah anda saat ini. Oleh sebab itu, orang zaman dulu pasti tidak gagap ilmu geografi, ilmu bumi, terutama arah mata angin. Sebab arah mata angin sangatlah penting menentukan kesuksesan.

MEMBERDAYAKAN SEDULUR PAPAT

MENYELARASKAN DENGAN ALAM SEMESTA

Persiapkan Kelayakan Diri Anda

Ritual-Ritual ; bancakan weton, hilangakan sebel sial, ruwat,

Evaluasi Perbuatan ; Memberilah sebelum diberi

Berdayakan Sedulur Papat Kiblat Limo Pancer ; tata caranya

Akui eksistensinya. Optimalkan Pamomong ;

Bancakan weton, ritual tiap malam Jumat dan Selasa.

Untuk penjelasan lebih lengkap selanjutnya dapat dibaca pada thread berikut :

http://sabdalangit.wordpress.com/2009/11/29/membangun-laku-prihatin/

Read rest of entry

Watak bayi menurut hari kelahirannya

Minggu;Peredaran Matahari. Hatinya terang, tulus dalam segala hal untuk sanak saudara dan orang lain. Keras budinya, welas asih terhadap sesama, suci dan pandai berbicara serta dapat memerintah orang tua.

Senin; Peredaran Bulan. Senang kepada kebenaran, tulus, cekatan dalam segala hal. Bicaranya tidak dapat dipermainkan.

Selasa; Peredaran Api. Bersifat petualang dan bersemangat menggebu, tetapi semangatnya mudah surut. Mudah penasaran untuk mengetahui segala sesuatu. Untuk keinginannya yang sangat besar dan menggebu wataknya jadi suka berbohong, berakibat kurang disukai dalam pergaulan. Pemikirannya unik cenderung aneh jika memiliki sahabat hanya sebentar karena sering terjadi perselisihan, mudah bosan dan cepat meninggalkan apa yang sedang dikerjakan.

Rabu; Peredaran Bumi. Kebaikannya kadang-kadang berlebihan, berkecukupan, pendiam tetapi kalau berbicara tegas. Tetapi dalam bertindak kurang memikirkan akibatnya.

Kamis; Peredaran Angin dan Petir. Jodohnya sering meninggal lebih dulu. Bicaranya menakutkan, membuat orang terkesima. Agak sulit berteman. Jika belum memiliki keseimbangan diri, batinnya kurang tulus, hatinya lekas panas, pemarah, senang pujian dan mudah ditipu dengan kata-kata halus.

Jumat; Peredaran Bintang. Suka menasehati dan melarat. Suka memberi, senang mencari kepandaian. Wataknya halus, suka terhadap sanak saudara, banyak sahabat yang mencintainya.

Sabtu; Peredaran Air. Sering dimusuhi orang, ditakuti, jarang berteman, pandai mencari penghidupan (berdagang), semua pekerjaan harus segera dilaksanakan (pekerja keras).

Read rest of entry

11.04.2009

Misteri 2012 (Seri 3)

Kunci penunjuk waktu galaktika bangsa Maya adalah Kalender Sakral yang disebut tzolkin (hitungan siklus 260 hari). Tzolkin bersilangan dengan Tahun Samar (kelender 365 hari). Kedua kalender tersebut berjalan sejajar seperti rel, tetapi pada suatu ketika kedua titik rel ini akan bertemu dalam waktu yang disebut "hari yang langka" yakni terjadinya pertemuan antara "kalender sakral" dengan Tahun Samar. Peristiwa yang teramat langka menandainya sebagaai siklus besar 52 tahunan. Namun peristiwa galaktika ini masih merupakan "Siklus Besar" yang terakhir terjadi pada tahun 3114 SM. Ini merupakan waktu perkiraan dalam hiroglif bangsa Mesir pertama, dan akan berakhir pada 21-12-2012 Masehi di mana matahari berada pada posisi langsung dengan ekuator dari galaksi Bimasakti.

Dr. Jose Arguelles, ahli bidang kosmologi Maya, sub siklus yang di mulai 1992 merupakan milenium baru. Di mana ditandai oleh teknologi yang harmonis antara ekologi dan nonmateri. Hal ini dapat kita buktikan dengan kemajuan dunia di bidang komputerisasi, untuk melengkapi masyarakat dengan informasi baru yang memusat. Saat itu ditemukannya teknologi komputer multi media, dan jaringan internet mulai dibuka untuk pelayanan umum oleh Pentagon. Diyakini para ilmuwan bahwa milenium baru akan berlangsung sangat pesat dan singkat selama 20 tahun hingga fase itu berakhir pada tahun 2012.

Dengan menggunakan teknologi komputer, seolah menjadi bekal manusia untuk memasuki saat-saat berat, agar mengetahui sebagian apa yang akan terjadi pada 2012 supaya dapat melakukan berbagai persiapan-persiapan yang diperlukan. Bahkan sejumlah kalangan mengingatkan kalender Maya akan segera berakhir pada 2012, mungkin bertepatan dengan sejumlah peristiwa kosmis (luar angkasa) yang sangat dahsyat. Mungkin akan membawa dampak bahaya besar pada kehidupan di planet bumi. Seperti yang diungkapkan pada majalah elektronik yang berbasis di India, memuat artikel pada 1 maret 2005 menjabarkan hasil dari Model Komputer Hyderabad (MKH) mengenai perubahan kutub yang bersesuaian dengan akhir penanggalan kalender. Model Komputer membuat memprediksi terjadinya pembalikan kutub magnetis pada bumi dan matahari beresiko dapat mengakhiri peradaban manusia pada 2012. Hampir senada dengan Greg Braden yang memprakirakan kejadian yang luar biasa. Menyatakan bahwa,”Model komputer itu memprediksi akan terjadinya pembalikan kutub magnetis pada bumi dan matahari, menjelaskan skenario paling buruk akan apa arti dunia tanpa magnet, yang dapat mengakhiri peradaban manusia planet bumi pada 2012.

Greg Braden, menggunakan perwujudan dan prediksi bangsa Maya sebagai titik awal, untuk mengekplorasi kemungkinan bahwa 2012 akan membawa pembalikan kutub magnetik bumi dan matahari yang dapat mengahiri peradaban manusia. Braden melengkapinya dengan bukti-bukti ilmiah mengindikasikan badai matahari yang berhenti sejenak (matahari sunyi senyap) sebagai titik akhir dari siklus kemagnetan planet terjadi pembalikan kutub magnet, sekaligus mengawali siklus baru yang mungkin akan terjadi chaos (kekacauan) tatasurya. Salah satu kejadian alam yang mungkin terjadi 2012 adalah badai matahari yang sunyi senyap. Untuk mendukung prediksinya, Braden menarik bukti fisik, teori kuantum, dan adanya kecenderungan sejarah pembalikan pembalikan kutub, untuk mengukur kemungkinan destruksi secara masif dalam tatasurya, bahkan kemungkinan adanya realitas (fenomena alam) yang sama sekali baru yang terjadi pada 2012. Tepatnya 21-12-2012 sebagai titikbalik matahari. Lantas apa makna di balik semua itu ? Kiranya masih merupakan misteri besar. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bagi Greg kita harus melintasi batas tradisi yang telah memisahkan ilmu pengetahuan, agama, spiritualitas, dan sejarah. Lalu persiapkanlah diri anda untuk menyambut dan menerima sumber pengetahuan yang begitu melimpah ke dalam kearifan global -universal yang sama sekali baru.

GEJALA PERUBAHAN MAGNET BUMI

Salah satu yang paling pasti di dunia ini adalah eksistensi magnet bumi yang berada di kutub utara dan selatan bumi. Pertukaran posisi kedua kutub (flip-flop) menyimpan alasan misterius yang sangat sulit dipahami. Namun demikian pertukaran kutub ini bukanlah sesuatu yang tak pernah terjadi. Bahkan dalam catatan jejak sejarah perilaku makrokosmos, pertukaran kutub sudah tercatat pernah terjadi beberapa kali secara rutin dalam rentang waktu yang sangat panjang. Setidaknya, selama bumi ini ada, dapat dicatat terjadi 171 kali peristiwa pembalikan kutub magnetis dalam kurun waktu 76 juta tahun. Empat belas kali terjadi selama 4.5 juta tahun terakhir. Artinya, terjadi peningkatan intensitas pada kurun waktu terakhir. Adapun gejala-gejala yang dapat disinyalir sebelum terjadinya pembalikan kutub magnetis bumi dan matahari adalah sbb :

  1. Sering terjadi perubahan cuaca secara mendadak. Fenomena ini tentu dapat kita rasakan bersama saat ini. Jika kita menggunakan indera batin untuk menajamkan indera perasa, kita dapat merasakan perubahan suhu udara yang berubah-ubah, naik-turun dalam hitungan menit, dan puluhan menit saja.
  2. Melemahnya medan magnet bumi secara cepat. Sebagaimana dijelaskan oleh New York Time pada 4 Juli 2004, merespon terjadinya pembalikan kutub magnetis secara serius. Sebab runtuhnya medan magnet bumi yang menuntun planet bumi beserta seluruh makhluk penghuninya sudah mulai terasa sejak 150 tahun lalu. Hal itu didasarkan pada pengukuran geologis, yang mengindikasikan magnet bumi tengah mengalami penurunan secara drastis dari puncak intensitas magnetiknya sejak 2000 tahun lalu. Penurunan itu kini telah mencapai prosentase lebih dari 38%. Bahkan dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, jagad raya telah kehilangan daya magnetnya sebanyak 7%. Perubahan magnet tersebut disinyalir menjadi penyebab terjadinya pergeseran-demi pergeseran milyaran benda-benda angkasa termasuk planet bumi dan asteroit besar dari pusat orbit semula. Dalam kasus penemuan bangkai mammoth berbulu (gajah purba) di Siberia mengindikasikan pada saat itu telah terjadi peristiwa kosmos yang sangat dahsyat. Bumi mengalami penurunan suhu secara drastis hingga mengalami kebekuan secara tiba-tiba. Hal itu dilihat dari gejala yang ada pada binatang mammoth yang membeku. Mammoth disinyalir mengalami kematian mendadak karena terperangkap oleh peristiwa pertukaran kutub yang mengakibatkan pembekuan bumi secara tiba-tiba. Sehingga terdapat makanan terakhir yang belum habis terkunyah dalam mulut mammoth masih dalam keadaan utuh, tidak membusuk.
  3. Badai Magnetik Matahari. Peristiwa badai magnetik matahari dalam kurun waktu paling dekat disinyalir telah terjadi pada tahun 1986 dan bulan Mei tahun 1996 lalu dan NASA berhasil menangkap gejala pengulangan badai matahari pada 10 Maret tahun 2006. Badai magnetik matahari ditandai dengan titik-titik putih pada permukaan matahari. Badai matahari ditandai dengan matahari “sunyi” saat di mana titik-titik matahari dan solar yang selalu bergolak berhenti sejenak, seolah menjadi “sunyi senyap”. Hal ini disebut sebagai “matahari sunyi” ditandai sebagai akhir dari suatu fase siklus. Berakhirnya satu siklus berarti dimulainya siklus baru. Sehingga peristiwa matahari sunyi, merupakan awal dari siklus baru badai magnetik matahari yang disinyalir akan menjadi 30-50% lebih kuat dan dahsyat dari sebelumnya. Menurut david Hathway (NSSTC: National Space Science and Tachnology Center USA) atau Badan Antariksa Amerika, setuju bahwa titik-titik matahari akan berakumulasi menjadi titik yang lebih besar. Gerakan energinya bagaikan gerakan bom atom, setiap partikel yang meledak akan memancarkan partikel lebih banyak lagi. Masing-masing pecahan partikel akan pecah menjadi berlipat ganda. Begitu seterusnya yang terjadi pada titik-titik badai magnetik matahari. Barangkali peristiwa ini akan mengulang peristiwa 1958 saat terjadi badai magnetik matahari yang mengakibatkan cahaya udara (aurora borealis) yang menyinari langit malam di Meksiko selatan. Hanya saja, peristiwa berikutnya, jika prediksi NCAR tepat, peristiwa itu akan terjadi pada 2012, dan akan jauh lebih dahsyat lagi (maksimun solar). Sepertinya bersamaan dengan perhitungan kalender Maya tentang posisi galaktika matahari. Peristiwa ini tentu belum pernah terjadi, sekalipun memanfaatkan berbagai perlengkapan sains dan teknologi, kita semua tidak tahu akibat apa yang akan terjadi, jika peristiwa yang “menakjubkan” itu akan benar-benar terjadi.

Arti dari semua bahasan di atas, bahwa dalam ruang jagad makrokosmos, kini tengah berproses terjadinya gejala perubahan magnetik galaktika yang mungkin akan berpuncak pada 2012. Meliputi gugusan milyaran bintang, matahari, bumi, asteroit, dan planet-planet angkasa luar. Kekuatan magnet adalah kunci utama terjadinya siklus tata surya, orbit asteroit, tatanan galaktika yang melimputi beberapa galaksi Andromeda, Bimasakti dan seterusnya. Apa yang akan terjadi pada diri manusia sebagai wujud mikrokosmos, apabila terjadi perubahan magnetik makrokosmos ?? Pertanyaan ini saya ajukan berkenaan dengan manusia sebagai makrokosmos tentu saja sangat erat berkaitan dengan segala macam peristiwa kosmos. Jika anda masih meragukannya, dapat anda buktikan melalui perhitungan astronomi para pendahulu kita yang berhasil menjabarkan hubungan perubahan konfigurasi galaktika dengan karakter pribadi setiap manusia. Pengaruh itu kemudian dikenal dengan nama ilmu astrologi yang dapat membaca perwatakan atau karakter setiap individu. Kita mengenal perbintangan, sio, pawukon, windu, pancasuda, tahun, bulan, pekan, pasaran, hari, padangon, paarasan, hari Jawa, musim, pranata mangsa, dan seterusnya. Semua itu sebagai keberhasilan manusia dalam mengenali jati diri hubungan antara mikrokosmos yang berhubungan erat dengan makrokosmos. Apa yang menyebabkan eratnya hubungan manusia dengan jagad raya ? Jika anda menjawab : Tuhan ! Tentu hal itu merupakan jawaban universal yang tak perlu disanggah. Namun jawaban itu tak ubahnya jawaban seorang anak setingkat Taman Kanak-Kanak yang akalnya berhasil menerima indoktrinasi. Menjadikan pintu hatinya tertutup karena tercengkeram oleh rasa takut. Membuat nafsunya selalu bergolak karena teriming-iming oleh “angin surgawi”. Jika terlalu bersikap fanatis, hal itu akan menjadi boomerang membutakan mata kita akan suatu realitas di luar dugaan manusia seluruh planet bumi selama 2500 tahun. Bahkan secara tidak disadari akan mereduksi kemahaluasan-kemahabesaran Tuhan. Padahal Tuhan itu tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa. Maksunya, masih sangat memungkinkan jika Tuhan menyimpan misteri besar realitas kehidupan alam semesta ini, yang tak pernah manusia duga dan bayangkan sebelumnya. Apakah manusia cukup hanya berhenti pada jawaban itu saja ? Saya kira tidak. Inilah yang saya maksud, supaya kita sejenak melepaskan diri dari belenggu doktrinasi, untuk membiarkan daya jelajah spiritual yang teramat luas jangkauannya, bahkan mampu menembus dimensi sejarah masa lalu dan masa yang akan datang. Memberdayakan kemampuan “alam pikiran bawah sadar”, kita akan mampu melampaui daya penalaran rasio. Apalagi jika kita mau memberdayakan kemampuan jelajah rahsa sejati yang tembus ruang dan waktu. Marilah kita bersama mencobanya.

Berlanjut…….

Read rest of entry

10.21.2009

Mengelola Tenaga Dalam

TENAGA DALAM
Setiap orang secara otomatis memiliki tenaga dalam sebagai bawaan lahir. Tenaga dalam sebagai energi cadangan, tetapi kenyataannya cadangan energi ini jauh lebih banyak daripada energi yang kita gunakan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari. Secara fisiologis tenaga dalam berasal dari unsur kimia tubuh yaitu ATP yang dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Energi yang dihasilkannya sangat melimpah ruah, bahkan menjadi kekuatan yang luar biasa apabila manusia sedang dalam keadaan tertentu misalnya mengalami kepanikan, terancam bahaya, trance, bahkan keadaan hipnosis. ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan, misal setelah lelah bekerja, olah raga, pikiran tegang dengan beristirahat sejenak maka tenaga akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam kehidupan sehari-hari hanya dimanfaatkan kurang lebih 2 – 5 % saja dan sudah mampu menghasilkan suhu tubuh, metabolisme tubuh, mengaktifkan zat-zat kimia dalam tubuh, menjalankan fungsi alat-alat pencernaan, aktivitas seluruh saraf, serta organ tubuh lainnya. Sementara itu tenaga yang 95 - 97,5% masih tersimpan sebagai energi cadangan berlimpah, selanjutnya disebut sebagai tenaga dalam.

PEMBANGKIT TENAGA DALAM
Dengan upaya-upaya latihan olah pernafasan (khusus) secara giat dan tekun, kita akan pandai mengelola tenaga dalam seperti : membangkitkan,mengendalikan, dan memanfaatkan tenaga cadangan tersebut untuk berbagai macam keperluan.Misalnya untuk terapi penyembuhan, pengobatan, menjaga diri, dan lebih utama untuk menopang keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin. Semakin seimbang selaras antara lahir dengan batin, solah dengan bawa, spirit dengan ilmu, kesadaran ragawi dengan rasasejati, maka pemakaian energi menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga otomatis tenaga cadangan kita akan semakin berlimpah. Artinya tenaga dalam yang kita miliki semakin besar dan kuat apabila sewaktu-waktu energi tersebut diperlukan. Oleh sebab itu seseorang yang tenaga dalamnya semakin tinggi ia akan semakin tenang pembawaannya. Bila dikatakan seseorang memiliki tenaga dalam tingkat tinggi namun tindak-tanduk dan perilakunyabekasakan, liar, emosional, suka membuat kerusakan dan keonaran, suka iri dan dengki, panasten, saya pastikan tenaga dalamnya hanyalah semu, alias ia hanya mengklaim dirinya orang bertenaga dalam tinggi namun kenyataannya ia hanya modal nekad saja. Hal ini dapat menjelaskan kenapa justru orang yang emosional, sedang marah, dst sangat mudah terhantam tenaga dalam ? Jawabnya, tidak lain karena getaran emosi (nafsu) berbanding terbalik dengan getaran tenaga dalam. Jika terjadi persentuhan di antara keduanya ibarat terjadi hubungan arus pendek (korsleting) dan biasanya getaran negatif yang terpental. Semakin tinggi tingkat emosional, reaksioner (kagetan dan gumunan), jiwanya labil, mental spiritualnya belum matang, kondisi demikian akan merusak keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin sehingga menjadi penghambat bagi perberkembangan tenaga dalam. Sebaliknya, seorang yang sudah pandai mengelola tenaga dalam hingga tingkat yang sangat tinggi, pastilah kepandaian itu selalu menghinggapi figur yang selaras dan seimbang antara raga dan jiwanya ; lembah manah, memiliki sopan satun, berbudi bawaleksana, penyabar, tenang lahir batinnya.

NGELMU IKU KALAKONE KANTHI LAKU
Dalam perspektif spiritual, hal ini dapat menjelaskan prinsip di mana “ilmu putih” yang sejati merupakan cerminan tingkah laku yang baik atau berbudi pekerti yang luhur. Semakin sering mengolah pernafasan dan olah meditasi, membuat jiwa dan raga lebih seimbang, harmonis, selaras. Keseimbangan yang menimbulkan efek domino untuk menyebabkan tumbuhnya ketenangan jiwa, batin, dan mental spiritual. Mata batin lebih mampu memandang segala sesuatu secara jernih dan bersih, berfikiran positif, dan perilakunya selaras dengan apa yang ada dalam hati, pikiran dan ucapanya. Semua itu diperoleh setelah kita berhasil dalam menjalani laku, dalam hal ini yakni menselaraskan dan menyeimbangkan kesadaran jiwa dan raga. Saya katakan TIDAK ADA orang yang TIDAK MEMILIKI TENAGA DALAM. Yang ada adalah tenaga dalam yang sudah terkelola dan yang tidak terkelola.
Dalam beberapa kesempatan, kadang saya lakukan transfer energi (tenaga dalam), hal itu bukan berarti saya mengisi tenaga dalam ke dalam tubuh seseorang, tetapi saya hanyalah mengatrol “voltase” tenaga dalam milik anda sendiri hingga naik beberapa tingkat yang tak bisa diukur secara matematis, namun hanya bisa kita rasakan perubahan daya “strom” nya. Selanjutnya anda mengasahnya dengan cara pernafasan, meditasi dan paling penting sering mempraktekan olah pernafasan tenaga dalam dengan cara; menyerap energi unsur-unsur bumi, dan tentu saja mempraktekannya untuk mengobati rekan-rekan yang sakit. Misalnya saya mempraktikkan mengobati anda, yang mengobati bukan saya, tetapi anda lah yang mengobati diri anda sendiri. Tugas saya hanyalah mengatrol atau meningkatkan volume tenaga cadangan anda. Selanjutnya tenaga dalam anda sendiri secara otomatis terkonsentrasi pada bagian-bagian tubuh yang sakit, sebab di sanalah terjadi ketidakseimbangan energi, dan prinsip tenaga dalam yang sudah terkelola adalah mengaliri seluruh tubuh mencari tempat-tempat yang tidak seimbang karena penyakit atau cedera. Dan semakin sering anda dipraktekan tenaga dalam akan semakin meningkat pesat kekuatan tenaga cadangan anda. Semakin tingggi tenaga dalam anda, semakin stabil emosi dan semakin seimbang mental spiritual anda.
Hal itu menjadikan sikap anda semakin arif dan bijaksana. Sekti mondroguna bukanlah ngelmu karang (ilmu hitam atau yang dikarang-karang secara INSTAN) tetapi berangkat dari keluhuran budi pekerti kita. Hal ini mengingatkan kita akan pesan dari KGPAA Mangkunegoro IV dalam serat Wredhotomo (Wedhatama) Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, kas iku tegese nyantosani. Setya budya pangekese dur angkara …Yoiku amemangun karyenak ing tyas sesama. Berbudi bawalekasana.(Ngelmu = angel olehe ketemu, sulit diraih), tak bisa hanya berteori, namun harus dengan cara menghayatinya dalam perbuatan nyata, dimulai dengan olah raga dan jiwa, untuk selalu berbuat bagi kesejahteraan jiwa dan kesehatan raga. Menciptakan ketentraman, ketenangan, kebahagiaan kepada sesama, bangkitlah jiwanya bangkitlah raganya, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi seluruh makhluk dan alam semesta, welas-asih, luhur budipekerti, ucapannya dapat dipercaya, janjinya selalu dipenuhi. Proses Udara Merangsang Tenaga Dalam Ketika udara dihisap secara normal, oksigen hanya digunakan sebatas membantu lancarnya peredaran darah tubuh, melancarkan metabolisme tubuh, dan mensuplai oksigen ke dalam jaringan sel-sel tubuh meliputi otak dan sungsum dengan kadar yang cukup (± 100mlb). Selebihnya untuk merangsang energi yang menghidupkan aktivitas tubuh (dalam batasan minimal), namun cukup untuk menggerakan tubuh secara normal.Sedangkan untuk membangkitan energi cadangan (tenaga dalam) diperlukan suply oksigen yang lebih banyak dan dilakukan secaraefektif. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubah teknik pernafasan biasa menjadi pernafasan pembangkit energi, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh, jangan sampai banyak yang terbuang. Untuk membangkitkan energi tersebut secara cepat, oksigen harus diedarkan ke seluruh tubuh secara cepat pula, sedangkan sisa pembakaran (CO2) harus dibuang secara cepat melalui mulut (bukan melaui kentut :) ). Apabila tenaga dalam telah bangkit, akan merasakan sensasi berupa hawa panas atau dingin, rasa kesemutan, atau tiupan hawa secara lembut sesuai dengan kondisi tubuh. Adapun cara pernafasannya, tariklah nafas dalam-dalam, tahan di perut bagian bawah lalu buang melalui mulut dengan hembusan yang menghentak. Agar lebih mudah, anda bisa menghitungnya demikian : Tarik nafas dalam-dalam hitunglah antara 4-7 hintungan cepat dalam hati. Tahan nafas anda kira-kira 4-7 hitungan. Buang nafas anda secara cepat dalam 2-3 hitungan. Pada prinsipnya, anda harus memiliki jumlah hitungan surplus untuk anda simpan dalam tubuh. Jadi jumlah tarikan nafas harus lebih banyak daripada hitungan saat membuang nafas. Semakin lama anda menahan nafas di dalam perut, oksigen akan semakin luas menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu rasakan energi yang hangat yang membuat gerah atau suhu tubuh anda meningkat. Saat itu anda akan mulai keluar keringat. Jika anda sedang bermain gameanak-anak misalnya di Time Zone, anda bisa mengukur kekuatan pukulan dengan memainkan punch, bit, atau semacam game tinju. Di sana akan tertera angka yang menunjukkan kekuatan pukulan anda. Bedakan kekuatan pukulan sebelum dan saat anda mengolah nafas. Bagi pemula biasanya selisih kekuatan pukulan baru bisa mencapai 10-25 % lebih besar saat anda memainkan pernafasan. Adalah wajar bila seseorang yang memiliki tenaga dalam yang besar, tubuhnya akan kuat dan boleh jadi kebal terhadap segala jenis benturan, senjata, penyakit dan segala gangguan medis dan non-medis, hal ini terjadi dengan adanya energi lebih yang mengaliri ke seluruh tubuh secara seimbang, sel-sel tubuhnya akan semakin padat dan searah, sehingga membuat tubuh menjadi lebih padat berisi.

INTI UDARA
Inti dari latihan pernafasan adalah menarik energi yang ada di alam semesta ini sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh kita agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Teknik pernafasan yang dimaksud di sini adalah adalah menghimpun inti udara, inti hawa atau yang sering disebut prana. Dalam tradisi Jepang disebut Ki, tradisi China menyebutnya sebagai Chi. Inti hawa atau prana ini bersatu dengan oksigen dan jumlahnya tak terbatas terdapat di sekitar kita. Di antaranya ada yang disebut prana matahari, adalah prana yang berasal dari sinar matahari. Prana ini berkarakter panas menyengat, bisa menyegarkan seluruh tubuh dan memberikan kesehatan yang lebih baik. Prana ini dapat diperoleh dengan menyerap cahaya atau berjemur di sinar matahari. Prana udara adalah prana yang terkandung di dalam udara atau butir-butir vitalitas udara. Prana udara diserap oleh tubuh dengan cara bernafas. Prana bumi, prana yang terkandung di dalam bumi, prana ini diserap oleh tubuh melalui telapak kaki. Berjalan dengan tanpa alas kaki akan memperbanyak menyerap prana bumi ke tubuh. Pohon termasuk memilikiprana bumi, beberapa pohon tertentu (orang zaman dulu menyebutnya sebagai pohon keramat) seperti pohon yang rindang dan besar serta subur memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Tidak percaya ? Coba buktikan sendiri, bila Anda mengalami kelelahan di siang hari, kemudian beristirahat di bawah pohon besar akan cepat segar kembali, tubuh anda terasa sangat nyaman dan semakin lama terasa mengantuk tanda kenyamanan yang sangat. Prana ombak laut, jenis prana ini termasuk memiliki kekuatan magis yang sangat dahsyat. Biasanya perguruan tenaga dalam memilih pantai yang berombak besar sebagai tempat latihan mengolah tenaga dalam, dengan cara menyerap energi yang berasal dari ombak lautan.

ILMU PERNAFASAN
Ilmu pernafasan memiliki pengaruh luar biasa terhadap kesehatan. Dengan mengolah pernafasan secara tepat dan rutin maka berbagai macam penyakit dapat diobati dengan sangat cepat. Pernafasan selama 60 detik dapatmerileksasi jiwa & raga serta memompakan O2 (oksigen) untuk mempertahankan energi ke dalam otak dan seluruh otot-otot kita. Menurut ahli fisiologi jiwa dan raga ; sebagian besar dari kita melakukan pernafasan dangkal lewat otot dada dan tidak terjadi pernafasan secara mendalam serta efisien di dalam paru yang menyebabkan terjadinya pertukaran antara O2 yang masuk dan CO2 (karbon dioksida) yang keluar. Saat menarik dan menghembuskan nafas mendalam dari perut akan terjadi aliran darah yg mengandung O2 melalui sistem kardiovaskular untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru dan mengantarkan tambahan nutrien untuk otot-otot yang bekerja. Dalam terminologi Jawa, disebut sebagai susuh-e angin. Atau sarangnya angin, yakni sebagai produsen penghasil energi hidup yang menghidupkan. Pernafasan Dada & Pernafasan Perut.
NAFAS DADA. Saya coba untuk membuat analogi secara sederhana, yakni pada saat seseorang sedang tidur dan saat bekerja, agar anda dapat membayangkan dan merasakan bagaimana perbedaan antara pernafasan perut dengan pernafasan dada. Secara sederhana, coba bedakan nafas anda saat bekerja keras, berlari, dan saat tegang. Pada saat itu dada anda yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara. Nafas dada ini sebagai respon otomatis di saat anda membutuhkan banyak-banyak tenaga untuk aktifitas tubuh.
NAFAS PERUT. Rasakan saat kondisi anda sedang tenang, tenteram. Atau perhatikan teman anda yang sedang tertidur pulas. Maka akan terlihat perut yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara. Nafas perut inilah yang efektif melakukan pemulihan tenaga saat kelelahan tubuh. Nafas perut juga efektif mengumpulkan cadangan tenaga. Pada saat anda melakukan meditasi, nafas perut inilah yang harus terjadi. Hanya saja terdapat perbedaan antara nafas meditasi dengan nafas tenaga dalam. Meditasi tidak perlu menahan nafas dalam perut. Nah, dalam melakukan latihan olah pernafasan tenaga dalam yang baik dan benar, anda harus bernafas seperti saat anda tertidur. Tarik nafas dalam-dalam dan longgarkan atau kembangkan (gembungkan) perut anda. Saat anda menghembuskan nafas melalui mulut, perut anda akan segera mengempis lagi. Kesalahan dalam Olah Pernafasan Dalam berbagai pelatihan tenaga dalam, seringkali saya temui kesalahan dalam mengolah nafas yang ideal dan benar. Kesalahan itu terletak pada pernafasan dada. Ketika anda menghirup nafas, lalu menahan nafas, justru dada yang mengembang dan pasti terasa sensasi sesak nafas (pengap). Salah satu ciri apabila pernafasan anda belum benar, saat menahan nafas, Anda tidak akan bisa berbicara, atau nafas anda akan nggembos melalui mulut jika anda berbicara. Bila anda sudah benar mengolah nafas perut atau pernafasan tenaga dalam, saat anda menahan nafas tetap bisa berbicara, dan udara tidak akan bocor keluar lewat mulut dan hidung. Itulah perbedaannya yang mendasar.

MANFAAT OLAH PERNAFASAN
Secara medis, olah pernafasan akan membantu perkembangan gelembung sel paru-paru. Gelembung sel dalam paru-paru ini jumlahnya mencapai jutaan, andaikan bisa digelar bisa mencapai seluas lapangan bola. Paru-paru yang sakit jumlah gelembung selnya akan berkurang. Dengan olah pernafasan akan sangat membantu pemulihan jumlah gelembung sel paru-paru mencapai kondisi normal kembali. Di samping itu dengan latihan pernafasan yang rutin, emosi menjadi lebih stabil terkendali, sehingga orang yang bertabiat pemarah, iri hati, dengki, selalu berfikiran negatif, mudah tersinggung, akan menjadi lebih sabar, tenang, dan matang. Emosi menjadi lebih "cerdas dan dewasa". Demikian juga penyakit yang ditimbukan oleh stress akan hilang dan berubah menjadi rasa percaya diri, ketentraman, dan kebahagiaan. Sedangkan bagi yang sudah sehat, dengan mengikuti latihan pernafasan akan meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan tentu saja meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Bahkan dengan mengikuti latihan pernafasan tenaga dalam, kemampuan otak berkaitan dengan kekuatan analisa dan daya ingat akan meningkat tajam. Kita juga akan terbebas dari kebiasaan dan ketergantungan menggunakan obat-obatan medis. Bila kita sudah mampu mengoptimalkan teknik pernafasan ini, kita akan mempunyai kemampuan yang Luar Biasa, yaitu mampu menyalurkan tenaga / tenaga dalam / innerenergy dari tubuh kita ke orang lain. Bahkan kita dapat mengobati orang lain dari jarak jauh tanpa harus menyentuh tubuhnya, bisa dilakukan dengan hanya melalui media suara saja (suara via telpon).

HAWA MURNI
Beberapa orang menyamakan antara tenaga dalam atau prana dengan hawa murni. Namun demikian, apa yang saya rasakan dan saksikan sendiri selama ini sangat berbeda, hingga dapat menyimpulkan bahwa antara tenaga dalam dengan hawa murni sangat berbeda. Dapat dikatakan hawa murnimerupakan intisari tenaga dalam atau energi yang kedudukannya secara berseri lebih dalam dari tenaga dalam sendiri. Sumber dari segala sumber energi dalam tubuh manusia serta alam semesta adalah apa yang disebut sebagai atma sejati/chayyu/kayun/kayu. Dalam terminologi Jawa akrab disebut sebagai atma sejati atau energi hidup yang menghidupkan. Energi hidup bersifat kekal (langgeng tan owah gingsir). Selanjutnya disebut sebagai Yang Mahamulia. Di jagad raya ini dikenal hukum sebab akibat. Dalam kerangka hukum sebab akibat, atma sejati merupakan energi inti/pusat yang TIDAK disebabkan oleh sesuatu penyebab apapun juga (Causa Prima). Alam semesta berasal dari sebab yang tak disebabkan oleh segala sesuatu apapun (causa prima) tersebut. Causa prima menjadi pusat atma sejati, sebagai titik episentrum dari segala episentrum yang terdapat di jagad raya ini. Sulit membayangkan seperti apa rupa dan warna dari Yang Mahamulia. Hal yang lebih mudah dilakukan manusia hanyalah dengan cara merasakannya energi hidup tersebut. Sulitnya untuk menggambarkan dan mendeskripsikan atma sejati, sehingga orang sering menyebutnya sebagai Gusti tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa. Tak bisa disangka, dikira dan diduga. Tidak di mana-mana tetapi ada di mana-mana. Adoh tanpo wangenan, cedak tanpo senggolan. Jauh tak berjarak, dekat tidak bersentuhan. Orang-orang menamakannya pula sebagai Hyang, Dei, God, Puangalah, Allah, Tuhan, Brahman, The pie khong, dst masih ribuan nama lagi. Namun intinya sama saja, yakni untuk menyebut pusat energi yang berdiri sendiri secara mandiri (Mahakuasa). Nah, Hawa Murni yang ada di dalam diri kita, membuat jasad menjadi hidup, tidak lain merupakan pancaran dari Hyang Mahamulia atau Hyang Mahakuasa tersebut. Lalu diistilahkan sebagai nyawa atau jiwa. Pada saat kita menyalurkan hawa murni kepada seseorang yang berada dalam kondisi sangat kritis, hawa murni seumpama “cuilan” dari sukma / roh atau “atma sejati” yang kita bagikan/tularkan kepada seseorang yang kita aliri hawa murni.

PERBEDAAN HAWA MURNI DENGAN TENAGA DALAM
Hawa murni dapat difungsikan seperti halnya tenaga-dalam. Hanya saja, perbedaannya terletak pada tingkat manfaatnya. Hawa murni dapat ditransfer ke dalam tubuh orang-orang yang dalam kondisi sangat kritis, misalnya mengalami trauma akut sehingga membahayakan keselamatan jiwanya. Dapat pula ditransfer pada orang-orang yang kondisi stamina dan kesehatan tubuhnya berada dalam kondisi teramat drop, kondisi pingsan, bahkan kondisi lebih dalam lagi yaitu koma. Bila seseorang dalam kondisi kritis, tindakan yang paling tepat dilakukan bukanlah transfer tenaga dalam, melainkan penyaluran hawa murni. Tindakan ini bagaikan mensuplai “nyawa baru” ke dalam tubuh seseorang yang nyawaya hampir pupus. Namun demikian, setiap kali melakukan penyaluran hawa murni, tidak boleh dilakukan lebih dari 3 kali. Karena anda dapat mengalami pingsan hingga sampai pada kondisi anastesi (setingkat di atas kematian). Bahkan tidak mustahil “si penyalur” hawa murni justru meninggal dunia akibat kehabisan stok hawa murni. Demikian tulisan ini saya persembahkan, semoga bermanfaat untuk semua para sedulur pembaca yang budiman. Semoga berguna turut serta Hamemayu Hayuning Rat Pangruwating Diyu.

Salam Karaharjan
sabdalangit

Read rest of entry

10.18.2009

Negarawan Sejati

NEGARAWAN SEJATI

Manusia Yang Merdeka dari Hegemoni Lymbic Section

Otak Kanan & Otak Kiri Yang Belum Merdeka

Banyak sekali buku-buku yang ditulis. Bahkan berbagai pelatihan dengan beaya mahal dan sangat ekslusif. Dipresentasikan dengan alat-alat canggih dan mengagumkan. Dengan tujuan mengasah Otak Bagian Kanan yang mengolah impuls kelembutan, keindahan, spirit, bahkan disebut sebagai bagian otak di mana terdapat titik God Spot. Seolah-olah dengan cara itu kita dapat mengembangkan peran Otak Bagian Kiri dan dapat keluar dari berbagai persoalan. Kenyataannya tidaklah semudah dan sesederhana itu, Otak Bagian Kanan (OBKa) dan Otak Bagian Kiri (OBKi) sama saja. OBKa bekerja untuk mengolah dan memikirkan data-data non eksakta : metafisis, budaya, moralitas, seni, ide, gagasan, dan kesadaran spiritual. OBKi bekerja untuk hal-hal yang bersifat eksakta. Namun berdasarkan berbagai penelitian di Eropa dan Amerika, pengembangan OBKa dan OBKi sama saja apabila masih terkendali oleh Lymbic. Lymbic merupakan insting dasar hewani. Lymbic dipelajari pada ilmu neurosains kognitif. Lymbic memiliki beberapa sistem fisiologinya. Meliputi amigdala, Sirkuit Papez, dan termasuk pula Accelerated Learning. Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Sirkuit Papez adalah suatu jalur utama pada sistem limbik di otak besar dan berperan pada korteks otak besar untuk mengontrol emosi. Sirkuit ini pertama kali dipaparkan oleh James Papez pada 1937. Sementara itu Accelerated Learning atau efektifitas belajar dan mengolah impuls dari luar diri, dan setiap informasi yang masuk ke otak kanan dan kiri terlebih dulu melalui sistem lymbic.

Oleh sebab itu, perkembangan Otak Kanan tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan benda-benda kebutuhan insting dasar atau hewani, hanya saja dikemas secara lebih indah dan mewah (hedonisme) saja. Perkembangan otak kiri tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan pola hidup yang sangat material dan cenderung destruktif. Itulah keadaan hidup manusia yang masih sangat primitif namun terkesan sebagai manusia kesadaran spiritual tinggi, menjadi soleh dan suci.

Manunggaling “Manusia-Hewan”

Bila kita hidup semata-mata untuk memenuhi kebutuhan insting dasar saja, sesungguhnya kita masih menjadi binatang yang berevolusi kesadaran yang sangat lambat alias masih menjadi binatang yang berkedok jasad manusia. Perbedaannya terletak di mana binatang tidak bisa berpura-pura dan mengelabuhi dirinya sendiri (munafik), sebaliknya manusia dengan perangkat mind (otak sadar/pikiran/akal) mampu berpura-pura seolah bukanlah binatang. Kepura-puraan (sikap munafik) ini berkat pendayagunaan OBKa yang diperhalus OBKi, sehingga manusia lebih mampu memoles insting-insting hewani menjadi lebih halus dan samar. Kita lebih pandai mengelabuhi orang lain seolah telah menjadi insan kamil, manusia sejati, dengan kesadaran spiritual ultra tinggi (highest consciousness). Maka banyak kita membaca berita di koran-koran seorang rohaniawan, pemimpin, politisi, penegak hukum, intelektual melakukan pelecehan seksual, korupsi, penggelapan, tindak kriminal lainnya dsb. Inilah wajah manusia apabila OBKa dan OBKi masih dikuasai oleh sang lymbic. Perkembangan diri manusia masih belum holistik, belum menyeluruh. Hewan di dalam diri hanya menjadi sedikit lebih jinak, tetapi belum menjelma menjadi manusia. Hanya segelintir saja di antara kita yang masih peduli memanusiakan diri sendiri.

KENAPA HARUS ADA LYMBIC

Meskipun lymbic merupakan insting dasar hewani yang terdapat dalam tubuh manusia, bukan berarti lymbic harus dimusnahkan dari dalam diri manusia, lymbic hanya perlu dikendalikan dalam batas-batas yang wajar dan manusiawi agar bermanfaat sesuai fungsinya. Lymbic berfungsi sebagai alat untuk survival, menggerakkan kebutuhan biologis atau jasadiah untuk keperluan mempertahankan kehidupan di planet bumi. Lymbic juga diperlukan untuk reproduksi, proses kelangsungan hidup seluruh makhluk agar kehidupan di bumi tidak punah. Lymbic mencerminkan kebutuhan dasar atau kebutuhan paling primitif makhluk hidup. Sementara itu kehidupan manusia bukan saja untuk memenuhi kebutuhan dasar, lebih dari itu adalah kebutuhan rohani, atau kebutuhan jiwa, sukma atau kebutuhan roh. Kebutuhan insting dasar dipahami sebagai batu loncatan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (mulia) yakni kebutuhan jiwa atau roh tersebut. Kebutuhan dasar selalu tumbuh berganti, berubah-ubah, dan tidak langgeng. Sementara kebutuhan akan kemuliaan bersifat langgeng tan owah gingsir, yang azali abadi.

Adapun rumus-rumus dasar dari kebutuhan dasar (insting hewani) yang digerakkan oleh lymbic adalah sbb :

1. Tumbuh, berkembang, lalu hancur.

2. Pertama-tama lahir, hidup, lalu mati.

3. Muncul keinginan, pemenuhan keinginan, kepuasan lalu semakin lama hilanglah kepuasan itu.

Demikianlah sifat dasar dari kebutuhan lymbic, tak ada yang kekal abadi, sebab lymbic hanya mencakup dimensi jasad, atau dimensi bumi saja. Semua yang berada dalam dimensi bumi akan terkena rumus bumi, ada/lahir, tumbuh/berkembang lalu hancur/mati/sirna. Bumi merupakan mercapadha ; merca berarti panas atau rusak, padha artinya papan atau tempat. Bumi seperti halnya jasad, merupakan tempat di mana segala sesuatu akan mengalami kerusakan dan kehancuran.

Keberhasilan mengendalikan si lymbic, akan membuat kita berhasil memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi yakni kebutuhan roh. Artinya, apabila kebutuhan jasad dapat dikendalikan secara wajar justru kebutuhan sukma atau jiwa akan terpenuhi, berupa ketenangan, ketentraman, kemuliaan dan kebahagiaan tertinggi (audaimonistis). Dalam falsafah Jawa, proses pengendalian lymbic ini tercermin dalam pepeling yang tampak sederhana tetapi sudah menjadi bagian dari kearifan lokal : ngono yo ngono ning ojo ngono. Maksudnya agar manusia tidak melampaui batas kewajaran dari nilai-nilai kemanusiaannya, alias tidak “ber-evolusi mundur” atau set back kembali menjadi binatang berbalut raga manusia. Berbagai teknis meredam dan mengendalikan lymbic dengan olah rasa, mengoptimalkan rasa sejati/rasa pangrasa. Sehingga akan lahir menjadi manusia ber-evolusi pesat menjadi manusia linuwih, jalma kinacek, dengan kesadaran spiritual yang tinggi. Menjadi cirikhas orang-orang yang berhasil nuruti kareping rahsa. Bukan sebaliknya nuruti rahsaning karep.

TIPE PENGUASA LYMBIC

Apabila insting-insting hewani kita dibiarkan tumbuh berkembang dalam diri, lama-lama akan mengkooptasi dan menghegemoni alam pikiran bawah sadar, di mana tersimpan nilai-nilai dasar pandangan hidup, yang setiap saat mendasari cara pandang (mind set) dan dapat menjadi nara sumber “kebenaran” yang bersifat subyektif dan palsu. Alam pikiran bawah sadar sebagai stockpile, yang terisi oleh insting dasar hewani tersebut menentukan pola-pikir (mind set), cara pandang, dan menuntun bagaimana harus bertindak. Celakanya, semua itu diartikulasi atau dimanifestasi dalam perbuatan nyata, yakni berupa perbuatan hewaniah. Kekuasaan lymbic tercermin dalam sikap ego dalam diri yang sangat tinggi. Celakanya lagi ego yang melakukan pencitraan harga diri terlalu tinggi membuat seseorang sangat mudah tersinggung, gampang murka, selalu golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe. Sebuah karakter yang sangat berbahaya, karena karakter muncul dari ego yang sangat kuat, yang dapat menyiksa, menganiaya, menyakiti, menghancurkan, dan memusnahkan segala hal yang tidak sesuai dengan ego-nya sementara kejahatannya itu sebagai bentuk kebenaran tak terbantahkan.

Lymbic, sepadan dengan Nafsu, angkara. Hakikat nafsu dilambangkan sebagai latu murup ing telenging samudra. Nafsu merupakan setitik kekuatan “nyalanya api” di dalam air samudra yang sangat luas. Artinya, nafsu dapat menjadi sumber keburukan/angkara (nila setitik) yang dapat “menyala” di dalam dinginnya air samudra/sukma sejati nan suci (rusak susu sebelanga). Disebut pula sebagai akyanmukawiyah, (nafsu) sebagai kenyataan yang “hidup” dalam eksistensinya. Paradoks dari tugas roh, bila nafsu menundukkan roh, maka manusia hanya menjadi “tumpukan sampah” atau hawa nafsu angkara. Mengikuti rasanya keinginan (rahsaning karep). Hewan bertubuh manusia.

Lymbic bekerja membawahi akal budi. Artinya seberapapun hebat kemampuan akal, secerdas dan sejenius apapun otak manusia tetap saja berada di bawah kekuasaan lymbic. Dalam terminologi falsafah Jawa disebut latu murup ing telenging samudra. Latu atau bara api sebagai kiasan dari insting dasar (hawa nafsu). Sedangkan samudra sebagai kiasan dari jiwa yang suci.

Tipikal pemimpin yang dikuasai lymbic section atau pemimpin yang belum menjalani pengendalian lymbic dapat dilihat sebagai mana tercermin dalam beberapa karakter pemimpin di bawah ini;

1. Kagetan, gumunan. Bersifat reaksioner.

2. Ora kuat nyunggi drajat; begitu mendapat jabatan, mereka akan berubah sikap sangat drastis. Sok jaim, sok wibawa, sering salah tingkah, gagal menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

3. Sumber kewibawaan bukan berasal keluhuran budi, kualitas kerja dan karya, melainkan keibawaan identik dengan menakutkan.

4. Menjaga kehormatan diri dan kekuasaannya dengan cara intimidasi dan menebar ancaman.

5. Hilangnya kharisma yang memancar dari dalam diri. Kharisma diganti dengan wajah angker nan galak. Seram dan menakutkan. Sikap yang bukan tegas namun tega dan sadis.

6. Kepatuhan para staf dan rakyatnya hanya dikendalikan oleh rasa takut, bukan rasa welas asih dan terimakasih.

7. Mengutamakan kepentingan kelompoknya; kelompok politik, golongan, ras, suku, agama, dan faham politiknya. Sikap anti toleran, pola pikir sektarian, primordial, rasistis.

8. Lebih memilih penghancuran dan pemusnahan sebagai cara utama dan pertama yang ditempuh daripada pendekatan persuasif melalui penyadaran dan penginsyafan.

9. Kekuasaan bukan dipandang sebagai sarana, tetapi sudah menjadi tujuan utama. Bila seseorang bercita-cita menegakkan keadilan dan ingin menciptakan kemakmuran untuk negeri dan rakyatnya, tetapi meraih kekuasaan melalui cara-cara kotor, menghalalkan segala cara, mau menangnya sendiri, itulah penguasa yang dikuasai lymbic.

10. Power of law, berganti menjadi law of the power. Kekuasaan bukan lagi bersumber dari hukum atau konstitusi yang disepakati rakyat, sebaliknya kekuasaan disalahgunakan untuk merumuskan hukum yang melindungi kepentingan pribadinya.

11. Pemimpin bukan dipahami sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya pemimpin malah menuntut rakyatnya yang harus melayaninya.

Tipikal “pemimpin lymbic”, layaknya sindrom yang mengidap sebagian para politisi kita saat ini. Lebih berkiblat kepada nafsu jasad atau (nuruti rahsaning karep) yang bersumber dari lymbic section, ketimbang kebutuhan roh yang bersumber dari cahaya Ilahi (nuruti kareping rahsa).

WASPADAI DIRI SENDIRI

Lymbic mendorong seseorang untuk memenuhi segala kebutuhan insting dasar hewani. Guna mewujudkan setiap keinginan hewani bilamana ada kesempatan seseorang akan menghalalkan segala cara demi mewujudkan insting primitifnya. Tindak “pelacuran otoritas” hingga pembunuhan, tindak kriminal seperti korupsi, mark up, penggelapan, perampasan hak orang lain, merupakan manifestasi dari dorongan lymbic atau insting primitif hewani.

Akal-budi, disebut juga indera. Keberadaan nafsu menjadi wahana adanya akal-budi. Dilambangkan sebagai kudha ngerap ing pandengan, kudha nyander kang kakarungan. Akal-budi letaknya di dalam nafsu, diibaratkan sebagai “orang lumpuh mengelilingi bumi”. Adalah tugas yang amat berat bagi akal-budi; yakni menuntun hawa nafsu angkara kepada yang positif/putih (mutmainah). Sehingga diumpamakan wong lumpuh angideri jagad; orang lumpuh yang mengelilingi bumi. Disebut juga akyan-maknawiyah. Kemenangan akal-budi menuntun hawa nafsu ke arah yang positif dan tidak merusak, maka akan melahirkan nafsu baru, yakni nafsul mutmainah.

Apabila lymbic dibiarkan berkembang secara simultan pada gilirannya akan menghegemoni alam pikiran bawah sadar dan setiap saat akan menjadi sumber pembenaran diri atau kebenaran subyektif. Demikianlah proses terjadinya sosok manusia super egois, hinggga mencapai titik paling ekstrim yakni timbulnya penyakit jiwa seperti megalomania, egosentrisme, psikopat hingga kegilaan permanen. Psikopat tidak selalu tindakan pembunuhan berantai seperti dalam film-film thriller. Psikopat bisa saja dengan mudah menyusup ke dalam perilaku golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benerew dewe. Hal ini membentuk pola pikir atau mind set yang sempit, yang menganggap diri paling bener. Lalu dengan mudahnya mencari-cari alasan pembenar untuk menganiaya lahir atau batin orang-orang yang dibenci atau yang berbeda pendapat dan keinginan dengan dirinya. Seorang psikopat mudah menyakiti dan mencelakai orang lain demi pencapaian keinginan pribadinya. Bahkan saking terbiasanya, ia dapat berbuat kejahatan kepada siapapun yang dikehendakinya, sementara ia menikmati perbuatan jahatnya itu. Bahkan dengan bangganya seorang psikopat mentertawakan kesengsaraan orang lain yang menjadi korban kejahatannya. Itulah gambaran jiwa psikopat, di mana hati nuraninya telah wafat. Kepuasannya justru terpenuhi manakala ia dapat "menari di atas bangkai" para korbannya. Lymbic yang benar-benar out of control amat sangat berbahaya, lebih berbahaya lagi apabila jiwa-jiwa psikopat disertai dengan kecerdasan otak yang relatif tinggi dengan dimilikinya kekuasaan yang legitimate. Manusia akan berubah tidak hanya sekedar binatang, namun menjadi sosok monster yang lengkap memiliki senjata pamungkas. Kenyataannya penyakit jiwa ini banyak menghinggapi penduduk bumi nusantara di masa sekarang ini. Manusia yang turun martabat dan habitatnya menjadi spesies purba dan primitif namun juga sangat ganas. Benar-benar menjelma sebagai manusia homo-hominilupus, alias binatang buas buat manusia lainnya. Apa jadinya bila sosok demikian ini berkesempatan menjadi pemimpin umat di negeri ini ? Menjadi sosok manusia yang mempunyai kesempatan dan kemampuan tinggi untuk menghancurkan bumi. Otak bagian kanan tidak difungsikan untuk menggapai kesadaran dan kecerdasan spiritualitas, sebaliknya hanya berfungsi membangun perilaku munafik, sibuk memperhalus dan menutupi kebuasannya. Selalu berkreasi untuk menjaga imej mulia dan lembut di hadapan khalayak, sementara di dalam dirinya menyimpan potensi besar insting hewani yang primitif yang siap menelan segala yang ia inginkan.

HUBUNGAN KEKUASAAN LYMBIC DENGAN KERUSAKAN ALAM SEMESTA

Negeri ini sudah terlalu carut marut, semrawut, bagaikan benang kusut. Berbagai penyakit kejiwaan akibat dominasi kekuasaan lymbic telah menjangkiti seluruh sendi kehidupan negeri. Tindakan yang sangat mendesak untuk segera dilakukan, adalah ; jati diri palsu bangsa ini harus segera dikoreksi dan diselamatkan dengan cara menselaraskan antara keseimbangan mikrokosmos dengan keseimbangan makrokosmos. Sebagaimana telah dikatakan oleh seorang filsuf Socrates pada 500 th SM, serta terdapat dalam berbagai kitab suci, kita harus mengenali jati diri terlebih dahulu, barulah kita akan mengenali Tuhan. Maka jati diri bangsa ini harus digali dan dikenali lagi. Untuk sebuah gerakan penyadaran jati diri bangsa, akan lebih efektif apabila dimulai oleh para pemimpin dengan menjalani lakuning urip secara pas dan pener. Biarpun kekacauan multidimensi negeri saat ini tampak sudah sangat akut, namun hendaknya kita tetap optimis. Sebab masih ada satu celah dengan cara menghayati nilai-nilai luhur kearifan lokal. Hal ini bukan sekedar latah, karena nilai kearifan lokal adalah nilai yang merepresentasikan jati diri bangsa apa adanya, alamiah dan manusiawi. Dimulai dari diri kita masing-masing, kemudian meningkat dalam lingkup otoritas daerah, selanjutnya hingga ke pusat secara bottom up. Tentu saja untuk sebuah misi mulia itu masing-masing pribadi harus memerdekakan diri dari hegemoni insting primitif hewani terlebih dulu. Sebab untuk menjadi pamomong bagi banyak orang seyogyanya kita lebih dulu harus sukses ngemong diri sendiri.

KENAPA HARUS DI MULAI DARI DIRI KITA PRIBADI ?

Karena kegelisahan, kegundahan, sifat mudah panik, kalut, ela-elu, anut grubyuk, yang merambah dalam diri kita bukanlah disebabkan oleh orang lain atau faktor eksternal. Namun disebabkan oleh mekanisme ketidakseimbangan (disharmoni) dalam diri kita sendiri. Berawal dari terjadinya disharmoni, lalu terjadi disintegritas jati diri kita yang menghasilkan hormon dan adrenalin secara berlebihan. Kelebihan produksi hormon itu dapat mengganggu kestabilan dan kesehatan jiwa raga alias stress dan depress. Terjadilah imbal balik, di mana stres dan depresi, akan mengacaukan kesimbangam dalam diri yang berujung memperdalam terjadinya disintegritas jati diri. Di saat inilah manusia turun drajat menjadi binatang, jika tidak ya sepadan dengan manusia setengah gila.

Carut marut negeri ini berasal dari keadaan mental diri kita sendiri. Mental generasi penerus bangsa yang kehilangan jati dirinya. Tak kenal dan tak selaras lagi dengan karakter lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. Hilangnya jati diri melahirkan tindakan-tindakan melawan kodrat alam. Hal itu meretas kegelisahan dan kebingungan, kepanikan dan kebuntuan dalam mengambil sikap hidup. Semuanya jadi serba salah kaprah & salah tingkah. Banyak hal-hal esensial menjadi serba terbalik maknanya. Inilah yang dimaksud dengan tanda-tanda wolak-waliking jaman seperti pernah diperingatkan oleh para pujangga masa lalu. Yang saat ini ternyata benar-benar terjadi.

Penebangan hutan secara liar, ekploitasi pertambangan alam yang tidak lagi peduli dengan kaidah alamiah dan manusiawiah, cut and fill kontur tanah yang tidak memperhatikan hukum-hukum geografis dan geologis, demi alasan pembangunan nasional sungai-sungai dirombak alur dan irama alamnya menjadi irama nafsu lymbic. Lembah-lembah hijau tempat serapan air dirubah menjadi resapan penghasil fulus dengan ijin “ilegal” mendirikan bangunan rumah disekitar bantaran dan lembah sungai. Mata air digusur, hutannya dibabat habis, gunung-gunung sebagai tampungan air telah digempur diratakan. Akibat dari semua itu adalah banjir, kekeringan, salah mongso, iklim yang kacau, suhu yang berubah-ubah drastis, lempeng bumi terjadi rongga-rongga karena kadar air semakin berkurang, lempeng bumi terjadi pelapukan dan pergeseran lebih cepat. Akibat lebih lanjut adalah terjadi berbagai gempa bumi, kekurangan air tanah, kelembaban udara menurun drastis, mengakibatkan baksil dan bakteri berkembang biak, wabah penyakit dan hama tanaman menjadi sangat variatif dan sulit diatasi.

Itulah gambaran dalam dimensi luas hubungan antara manusia (jagad alit) dengan lingkungan alam (jagad besar) yang tidak lagi selaras, seiring dan sejalan. Untuk itu para pemimpin perlu segera mengupayakan usaha-usaha pemerdekaan diri bagi generasi penerus bangsa dari penjajahan lymbic section. Kembali kepada jati diri bangsa, menggapai kesadaran tinggi (highest consciousness) yang tidak terjajah oleh lymbic, yakni kesadaran rahsa sejati. Usaha itu harus diawali dengan membangun keseimbangan dalam diri kita pribadi. Dimulai dari pribadi-pribadi peduli yang tinggal di “wilayah TIMUR”. Sebagaimana terungkap dalam kitab kuno jongko-joyoboyo. Dan di sinilah tempatnya yang tepat. Dimulai dari kota lumpur Sidoarjo tempat di mana para putra Sang Fajar mulai menyingsing dari ufuk timur. Njejegake soko guru bangsa, yang akan membuka jalan bagi kembalinya kejayaan bumi nusantara. Dan para putra sang fajar itu adalah Anda yang hadir di sini dalam pertemuan ini. Sebagai pemimpin, apabila anda melakukan start lebih awal, anda bersama rakyat akan lebih dulu meraih dan merasakan anugrah agung yakni, indahnya kemuliaan, kehormatan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Yang melibatkan kesejahteraan lahir dan batin. Namun anugrah agung itu tentunya tidaklah GRATIS, karena masyarakat bersama para pemimpin di wilayah Sidoarjo harus menebus anugrah agung dengan musibah dan penderitaan panjang. Semakin tabah menjalaninya, semakin besar pula “uang tebusan” yang anda kumpulkan. Berati semakin besar pula anugrah yang akan diperoleh.

TIPIKAL NEGARAWAN SEJATI

Sementara itu gambaran kejiwaan negarawan sejati, mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak hanya memiliki kesadaran theolgis, lebih dari itu memiliki kesadaran kosmik. Kesadaran yang selaras dan seimbang antara jagad kecil (mikrokosmos) dan jagad besar (makrokosmos), keselarasan antara rakyat dengan pemimpinnya (manunggaling kawula kalawan gusti), dan keselarasan jiwa manusia dengan nilai ketuhanan (manunggaling kawula Gusti atau roroning atunggil/dwi tunggal). Pencapaian keadaan itu dapat dirasakan sebagai suasana yang tenang, damai, riang, bahagia. Saling memberi, saling menebarkan aura kasih-sayang. Terpancarlah nilai-nilai kebaikan dalam setiap sendi-sendi kehidupan. Kebaikan akan meretas kebaikan pula. Dalam diri pribadi, keadaan positif ini memicu produksi hormon-hormon melatonin & endorfin, yang bekerja untuk melipatgandakan ketenangan, ketrentaman dan kebahagiaan. Begitulah seterusnya. Hiup menjadi lebih tenang, tidak kelebihan hormon adrenalin yang akan membawa kepada sikap kagetan dan gumunan, raksioner dan frontal, gelisah, geram dan emosional.

Tipikal seorang negarawan sejati yakni merdeka dari pengaruh hegemoni lymbic. Saya sebut pula sebagai pemimpin yang nuruti kareping rahsa. Dalam terminologi falsafah Jawa disebut sebagai kodok kinemulan ing leng, atau wit ing sajroning wiji. Jiwa yang tuntun oleh sukma-sejati/roh kudus/ruh al kuds, dibimbing oleh rasa sejati/sirulah, disinari oleh cahyo sejati/nurullah, dan pada akhirnya menjadi jiwa raga yang dihidupkan oleh atma sejati/chayyu/kayun yakni energi yang menghidupkan. Mereka itulah adalah sosok negarawan sejati. Pribadi yang tidak lagi terkooptasi oleh kelompok kepentingannya sendiri. Tidak mewakili dan mengatasnamakan kepentingan dan warna politik, golongan, dan kelompok tertentu. Negarawan mengatasi kepentingan seluruh warga bangsa, atau mengutamakan kepentingan umum. Perilaku dan perbuatan pribadi negarawan sejati tidaklah egois, sebaliknya bersikap altruis mempersembahkan hidupnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsanya di atas kepentingan-kepentingan lainnya (berkah bagi alam/rahmatan lil alamin). Kursi kekuasaan bukan menjadi tujuan, melainkan sebagai sarana atau alat menciptakan kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaan bersama. Biarpun tidak sedang menduduki jabatan, seorang yang berjiwa negarawan sejati memiliki tabiat perilaku yang konsisten. Arif dan bijaksana, mampu ngemong diri pribadi sebelum bertanggungjawab ngemong orang banyak sehingga tak ada bedanya saat sebelum dan sesudah menduduki tampuk kekuasaan. Kehidupan ini dijalani dengan sikap profan apa adanya, tidak mengada-ada, antara solah atau perilaku badan dengan bawa atau perilaku batin tidak berbenturan satu sama lain (munafik). Selalu eling akan sangkan paraning dumadi, dan waspada atas segala hal yang dapat menjadi penghalang kemuliaan dirinya. Seorang negarawan sejati berani sugih tanpa bondo, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. Menjalankan tanggungjawab kepemimpinannya dengan dasar rasa welas asih, welas tanpo alis, belas kasih kepada siapa saja tanpa pilih kasih, dan tanpa pamrih kecuali sebagai bentuk netepi titahing Gusti, mengikuti afngal atau sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang tanpa pernah pilih kasih !! Negarawan memanfaatkan kewenangannya sebagai alat atau sarana laku prihatin yakni dengan tapa ngrame. Laku tapa, tapaking hyang suksma. Menjadi pribadi kosmologis, perilakunya selaras, harmoni dan sinergi dengan kodrat alam. Kesadarannya bukan hanya kesadaran theologis dogmatis saja, namun sudah menggapai kesadaran kosmologis yang berada dalam wilayah kesadaran hakekat.

Pastilah berkah Tuhan akan selalu berlimpah ruah, sumrambah dateng tiyang kathah, mampu merubah segala musibah menjadi anugrah. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Itulah konsep keadilan dan kemakmuran suatu negeri, akan datang bilamana pemimpinnya adalah sosok pribadi yang jumeneng satria pinandita sinisihan wahyu. Siapapun bisa melakukan asal memiliki kehendak (political will) dan bertekat bulat ibarat melakukan semedi di “alas ketangga” (keketeg ing hangga) yakni dengan tekat bulat meliputi jiwa dan raga.

Figur negarawan sejati, menjadikan dirinya seperti medan magnet positif yang akan menebarkan dan menarik segala hal yang positif, dan rumus ini berlaku pula sebaliknya. oleh sebab itu tidaklah sulit bagi negarawan sejati, bila selama masa kepemimpinannya akan menyebarkan benih-benih kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya. Menjadikan rakyatnya merasa benar-benar menjadi tuan di istananya sendiri. Bagi negarawan sejati, apa yang diucap akan terwujud (sabda pandita ratu), dan apa yang diucapkan segera terlaksana (idu geni). Siapapun dapat menghayati dan membuktikan sendiri. Karena Negarawan sejati bukan hanya monopoli seorang presiden, raja, atau perdana menteri saja. Tetapi bisa dilakukan oleh siapapun orangnya ; gubernur, bupati, camat, lurah, ketua RW/RT. Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin buat dirinya sendiri, dan keluarganya.

Kiranya tidaklah mengada-ada, apabila telah diisyaratkan oleh para leluhur kita di masa lampau, bahwa negeri ini akan mencapai kejayaannya kembali, menjadi negeri yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, hanya pada saat mana dipimpin oleh figur Ratu Adil. Berarti pula memiliki kiasan sebagai pribadi-pribadi yang gandrung keadilan dan sistem ekonomi-politik yang adil. Dan siapapun anda bisa menjadi figur ratu adil apabila anda memiliki kemauan sungguh-sungguh yang anda tetapkan mulai hari ini.

TEKNIK PENGENDALIAN LYMBIC

Kita harus melakukan berbagai usaha untuk meredam kekuasaan lymbic dalam diri kita. Banyak cara dapat ditempuh, misalnya dengan berolahraga dan berolah-batin, misalnya olah meditasi, semedi, mesu budi, maladihening hingga tradisi jazirah dengan cara berzikir, i’tikaf dsb. Semua tujuannya sama, menggali getaran nurani sebagai terminal getaran energi Tuhan Yang Maha Menghidupkan. Energi yang hidup abadi yang ada dalam diri kita. Lebih dekat dari urat leher. Itulah Tuhan yang bersembunyi di dalam hati kita. Persoalannya adalah ; bagaimana kita mampu untuk mengolah tasa menggapau kesadaran tinggi ?! Untuk itu dalam pertemuan nanti, akan saya coba jabarkan soal jati diri, dan bagaimana mengolah rahsa nan sejati menjadi negarawan sejati, yang memiliki sipat kandel, winasis sebagai pribadi yang terwaca, waskita dan permana.

Read rest of entry

10.17.2009

Mengenali Potensi Diri

Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.

JEMPUTLAH ANUGERAH TUHAN DENGAN POTENSI DIRI

Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar, teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar, meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut seolah-olah bagaikan dalam genggaman tangan. Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam bidang ilmu biologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia mampu menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa. Semua itu merupakan buah karya potensi diri manusia. Dahulu, sesuatu yang tampaknya sebagai kodrat yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya yang menakjubkan. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak, menganti jantung manusia dengan binatang, bahkan dengan alat pemacu jantung seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun.

Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya. Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan eksistensi makhluk gaib yang kasat mata.

Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat, apabila mental spiritual, mental pikiran masih terbelenggu oleh sistem nilai di alam bawah sadar. Agama pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia. Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan potensi berfikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai rabbul alamin, berkah bagi alam semesta dan seluruh isinya. Peran semua agama bukan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi. Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu ya rabbul alamin maka dinamit bukan untuk membunuh manusia, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.

Dapat dibayangkan apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu saja. Maka tugas kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna yaa rabbul alamin, dengan memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran.

Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan, percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan pintu-pintu anugrah yang disiapkan Tuhan. Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah “di suatu tempat dan tugas kita adalah menjemputnya.

Untuk mengembangkan potensi dalam diri, terdapat 3 unsur utama di dalam kepribadian manusia yang harus dipahami. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang :

  1. Sistem Kepercayaan : Merupakan faktor yang menentukan pola pikir (mind set). Sistem kepercayaan mencakup seperangkat nilai, sesuatu yang dianggap berharga, segala sesuatu yang diyakini, dan segala sesuatu yang dianggap benar.
  2. Pola Pikir (mind set) atau Båwå : disebut pula sistem berfikir merupakan faktor penentu sistem perilaku atau kepribadian seseorang (behavior). Menentukan bagaimana seseorang mengambil atau menentukan suatu tindakan. Pola pikir akan menentukan respon terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam diri (inner world) maupun lingkungan sosial dan lingkungan alamnya.
  3. Sistem perilaku / Kepribadian (behavior) atau Solah : adalah faktor yang menentukan tata cara berinteraksi atau penentu perbuatan terhadap dunia luar, lingkungannya, atau segala sesuatu peristiwa di dalam diri dan lingkungan sosialnya.

Sistem kepercayaan dan pola pikir ditampung dalam memori alam pikiran bawah sadar. Alam bawah sadar bagaikan stockfile atau database yang menyimpan banyak potensi diri. Alam pikiran bawah sadar dapat muncul dalam kondisi darurat dan bekerja secara spontan. Untuk itu perlu diketahui apakah alam bawah sadar itu?

ALAM BAWAH SADAR

Alam bawah sadar bukan berarti tiadanya kesadaran. Sebaliknya, justru di situlah kesadaran level tinggi (high consciousness) berada. Hanya saja kenapa disebut alam pikiran bawah sadar karena yang menilai adalah pikiran sadar kita yang belum memahami kesadaran pikiran bawah sadar kita sendiri. Apabila anda telah sukses mengoptimalkan alam pikiran bawah sadar, maka alam pikiran bawah sadar sudah tidak ada lagi, karena alam pikiran sadar anda telah menyadari apa yang menjadi kehendak alam pikiran bawah sadar. Berdasarkan pengukuran melalui alat yang dinamakan Electro-encepalograph dan perangkat eletronis pengukur kinerja otak lainnya, pada dasarnya otak memiliki 4 Fase Gelombang yaitu Bheta, Alpha, Theta, dan Delta.

Bheta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12 – 40 Hz/Second. Di saat mana anda sedang sangat aktif seperti mengobrol, mengerjakan sesuatu, gugup/gelisah atau keadaan aktif lainnya. Beta sangat diperlukan jika kita harus memikirkan beberapa hal sekaligus, tapi tidak jika kita ingin menyerap informasi secara cepat.

Alpha

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12-8 Hz/Second. Fase otak penuh kreatifitas, di mana otak dalam keadaan yang lebih rileks. Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik. Sering disebut sebagai keadaan Meditasi Dasar. Fase alpha merupakan jembatan antara kesadaran bheta dengan theta. Pada saat semedi/meditasi Anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran theta.

Theta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 8-4 Hz/Second. Fase gelombang otak yang lebih dalam, yaitu saat anda meditasi atau trance. Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah mimpi terjadi, sehingga dengan teknolgi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi "Extra-Sensory Perception" atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu.

Delta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 4-0,1Hz/Second. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Keadaan ini diperoleh saat anda tidur nyenyak atau keadaan koma. Dengan mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh kondisi tidur yang nyenyak dan berkualitas. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral yang diberikan Tuhan. Melalui fase ini pulalah anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah.

DAPATKAH PIKIRAN SADAR MENYADARI ALAM BAWAH SADAR ?

Gelombang otak pada frekuensi bheta dan alpha berada di level alam pikiran sadar. sedangkan frekuensi theta dan delta disebut sebagai alam pikiran bawah sadar. Sekali lagi, bukan berarti tidak adanya kesadaran otak/pikiran. Melainkan disebut alam bawah sadar, karena kesadaran delta dan theta belum mampu dipahami oleh alpha dan beta (pikiran sadar). Fungsi alam bawah sadar merupakan stockphile atau memory card yang menampung dan menyimpan “bahan-bahan” jadi hasil olahan pikiran sadar yang sudah terseleksi oleh RAS (reticular activating system). Sedangkan pikiran sadar berfungsi sebagai “mesin produksi” bahan “olahan jadi” tersebut. Tugas pikiran sadar mengolah pemaknaan, lalu disaring mana yang dianggap memiliki nilai/value untuk dimasukkan ke dalam alam bawah sadar. Sementara itu cara kerja RAS adalah sebagai berikut :

  • Data-data (stimulan) diolah oleh rasio/pikiran sadar, lalu masuk ke pikiran bawah sadar melalui proses penyaringan diri, dinamakan RAS (reticular activating system).
  • RAS tidak hanya menerima bahan jadi dari pikiran sadar. Bahan jadi yang telah diberi nilai pikiran sadar sebagai bahan jadi negatif atau bahan jadi positif.
  • RAS bekerja otomatis tergantung pada kondisi gelombang otak, pemikiran dan emosi. Fungsi RAS adalah menginstalasi dan uninstalasi program ke atau dari dalam alam bawah sadar.
  • Kejadian /peristiwa bersifat netral bebas nilai. Sementara itu yang memberi nilai adalah pikiran sadar.

Persoalannya, bagaimana kita memilih program yang bermanfaat, bagaimana menentukan program positif. Positif bernilai universal dan positif bernilai individual. Program positif individual akan dipengaruhi oleh stimulus yang berasal dari luar diri. Sementara itu, program positif universal bersumber dari rahsa sejati yang menciptakan stimulan dalam otak sebelah kanan (spiritual spot). Misalnya nilai universal hukum sebab akibat yang memandang Puncak dari penyebab (penyebab sejati) dari seluruh kejadian di alam semesta ini disebut sebagai Tuhan (God) atau Causa Prima. Sesuatu yang ada (being) namun keberadaanya (eksistensi) tidak disebabkan oleh apapun juga.

Pernahkan anda merasa sudah tahu lebih dulu apa yang menjadi jawaban atas suatu kejadian sebelum rasio/logika anda melakukan analisa ? Jika pernah, berarti alam bawah sadar anda sedang bekerja. Bekerjanya alam bawah sadar tentu saja terpisah dari bekerjanya alam/pikiran sadar. Sehingga terkdang anda heran sendiri, manakala menyadari keputusan spontan anda ternyata benar dan tepat padahal tanpa melibatkan analisa rasio anda lebih dulu. Hal itu terjadi karena alam bawah sadar anda merupakan bentuk kesadaran tinggi yang tidak disadari oleh rasio/alam sadar anda. Kecepatan dan kemampuan analisanya jutaan kali lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan rasio/logika alam pikiran sadar anda sendiri. Alam bawah sadar sudah memuat data-data yang telah diolah menjadi bahan jadi. Sewaktu-waktu diperlukan, dalam kon

Pertanyaannya kemudian, apa saja faktor yang mempengaruhi sistem kepercayaan ? Tentu saja sistem kepercayaan tidaklah mandiri berdiri sendiri, atau tiba-tiba ada. Berikut ini beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem kepercayaan seseorang :

  1. Lingkungan terdekat misalnya : keluarga, orang-tua, saudara kandung, teman bermain, kelompok sosial, golongan, aliran/mazab.
  2. Lingkungan sosial-budaya. Meliputi kebudayaan masyarakat, sistem kepercayaan (agama), falsafah/pandangan hidup, sub kultur atau pola-pola perilaku masyarakat, lingkungan sosial-ekonomi misalnya agraris, maritim, atau industri.
  3. Generalized other.

Ada dua pertanyaan, barangkali anda dapat menjawabnya :

  1. Lantas dari mana alam bawah sadar anda memiliki guru yang paling efektif menjadi pembimbing ?
  2. Apa bedanya alam bawah sadar milik seorang yang mendayagunakan guru sejati, dengan orang yang hanya mengandalkan rasio saja ?

Manusia Linuwih

Manusia linuwih tidak lantas berarti orang yang sakti mandraguna. Linuwih adalah memiliki kelebihan dibanding rata-rata orang. Kelebihan itu terletak pada prinsip keseimbangan. Sebagaimana keseimbangan yang ada di dalam mikrokosmos (jagad kecil atau diri pribadi) dan keseimbangan yang ada dalam makrokosmos (jagad besar atau alam semesta). Pada galibnya, hubungan keduanya juga saling cross cuting harmony atau saling silang-menyilang dalam hubungan yang seimbang. Yakni, manusia selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos. Di sini pembahasan saya tekankan pada adanya keseimbang di dalam mikro-kosmos terutama pada keseimbangan gelombang otak. Keseimbangan antara gelombang beta, alpha, tetha, dan delta. Untuk menyelarasakan 4 gelombang tidaklah mudah, karena banyaknya kendala yang harus dilenyapkan. Oleh sebab itu untuk menyeimbangkan gelombang otak, perlu proses pelatihan dengan menerapkan beberapa teknis melatih diri.

Manfaat Stimulasi Penyeimbangan Gelombang Otak

· Memprogram ulang pola pikiran dan perasaan anda menjadi mudah meraih sukses.

· Menjadi lebih produktif dan kreatif

· Menjadi lebih relaks dan bebas stress

· Meraih sukses lebih cepat di bidang apapun

· Mearaih kredit poin lebih tinggi pada prestasi kerja anda

· Memiliki daya tangkap dan daya ingat lebih baik, cepat, kuat dan permanen

· Memiliki kepercayaan diri lebih baik

· Memiliki kemampuan komunitas bisnis dan sosial yg lebih baik

· Mampu memecahkan berbagai masalah secara kreatif

· Menghilangkan berbagai macam kebiasaan dan tabiat buruk

· Emosi dan mood lebih stabil

· Meningkatkan kemampuan otak

· Meraih hasil-hasil tersebut (perubahan diri) dalam waktu lebih cepat dan singkat.

Read rest of entry

10.08.2009

Merubah Musibah Menjadi Anugrah (2)

Flash Back

Saya masih teringat saat gempa dahsyat terjadi di Jogjakarta 3 tahun silam tepatnya hari Sabtu 27 Mei 2006, seminggu setelah gempa menghancurkan bumi Jogjakarta dan sekitarnya, saat itu saya terima kabar dari saudara di Padang, ia barusaja mengikuti khotbah jum’at berujar lah seorang ustad bahwa,”gempa terjadi karena orang-orang di Jogja telah meninggalkan shalat dan berbuat syirik. Saat itu saya mengelus dada, mengapa masih ada seorang yang selayaknya dijadikan panutan masyarakat justru berucap prasangka buruk yang menurut saya teramat tega dan kejam hatinya melukai perasaan sesama warga bangsa. Saya kira Tuhan pun tidak akan sekejam seperti yang ada dalam kata-kata yang diceramahkan sang ustad tersebut. Yang telah mengobok-obok “hak” prerogatif Tuhan. Manusia menjadi berlagak sok tahu, bahkan dengan amat tega menghunjamkan kata-kata pedas kepada orang-orang yang sedang menderita dan butuh pertolongan dari sesama.

Setelah dibuka dengan gempa 7,4 SR di Sukabumi dan wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, tepatnya hari Rabu tanggal 2 September 2009. Maka hari ini tepat tanggal 30 September hari Rabu juga, belum sampai kering air mata, dalam bulan yang sama negeri ini kembali dilanda derita isak tangis oleh para korban bencana gempa bumi yang kembali mengamuk di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 s/d 8 SR. Gempa dahsyat yang menjadi penutup bulan September sebagai puncak bencana alam nan dahsyat.

Tengah malam, saya tersentak lagi mendengar kabar dari saudara di Padang yang memberitahukan bahwa sang ustad yang 3 tahun lalu dalam khotbahnya berprasangka buruk terhadap masyarakat Jogja yang tengah terkena musibah, menjadi salah satu korban gempa bumi tadi sore di Padang. Ya Tuhan, ampunilah segala dosa dan kesalahannya.

Kini, saya hanya bisa meratap betapa kita harus berhati-hati dengan mulut kita, dalam berbicara jangan sampai menyinggung perasaan atau menyakiti hati orang lain. Apalagi ia sedang dalam kondisi teraniaya karena tertimpa musibah. Bukan tidak mungkin hal yang sama bisa menimpa kita yang lengah, tidak eling dan waspada. Berucaplah yang menentramkan dan menyejukkan hati sesama, kinaryo karyenak ing tyas sesama. Tansah eling dan waspada..! Boleh jadi, orang yang kita hina tetap sabar narima saat dihina, namun hati-hatilah dengan orang yang sabar narima demikian, sebab sing momong mesthi ora trima. Jika kita menghina, memfitnah, menuduh orang lain dengan kalimat buruk, apalagi tuduhan itu tidak benar, maka semua yang kita tuduhkan itu akan berbalik pada diri kita sendiri. Terdapat pepatah,”jangan meludah ke arah datangnya angin, karena ludahmu akan menimpa wajahmu sendiri.

Sebaliknya, bagi siapapun yang sedang menjadi korban fitnah, hinaan, cacian, maka bersabar dan besar hati bukanlah sikap yang membuat diri kita menjadi sengsara dan semakin terhina, sebaliknya bila kita bersabar dan lapang dada maka biasanya cepat atau lambat keburukan yang dilontarkan itu akan kembali kepada si pemfitnah. Sementara perkataan buruk yang ia lontarkan akan menjadi doa yang baik buat diri kita sendiri. Misalnya anda sedang mengalami kekurangan, atau sedang terlilit kesulitan ekonomi, lantas ada orang yang menghina dengan sindiran halus , “wah hebat, kamu sekarang “sukses & kaya” ya ! Maka biarkan saja, apabila anda terima, maka sing momong anda tidak akanterima.

KETIMPANGAN KESADARAN JASAD DENGAN KESADARAN ROH

September 2009 adalah bulan puncak bencana alam telah berlalu. Bukan bararti kita turunkan sikap eling dan waspada. September lalu, awal bulan tepatnya hari Rabu tanggal 2 September dibuka dengan bencana alam gempa bumi di tasikmalaya Jawa Barat. Ditutup pada hari Rabu juga, tanggal 30 September 2009 dengan gempa Sumatera Barat yang meluluhlantakkan serta melumpuhkan seluruh kota Padang dan sekitarnya. Hal itu bukanlah latah dan asal-asalan, jauh sebelumnya kita telah ungkap dan kabarkan dengan tujuan agar kita lebih eling dan waspada serta sebisa mungkin dapat menghindari bahaya bencana alam semaksimal mungkin. Kita pasrah, berdoa, tetapi tetap harus berusaha. Sebab tanpa usaha dan doa, apalah arti manusia sebagai makhluk lemah ciptaan Tuhan. Tuhan Maha Adil dan Maha Welas Asih tidaklah kejam, sebab segala sesuatu sudah ada warning terlebih dahulu. Hanya saja, manusia zaman kini yang serba modern dan canggih, bahkan merasa diri sudah menjadi manusia yang paling baik dan benar. Namun jika mau jujur kebanyakan manusia telah salah kaprah mengartikan bahasa Tuhan melalui tanda-tanda alam yang sungguh nyata dan jelas terpampang di jagad raya. Kenyataan bahwa manusia telah kalah dengan kecermatan naluri binatang yang lebih awas ketimbang manusia “makhluk paling sempurna”. Memang tidak mudah membaca bahasa alam namun bukan berarti manusia tidak dibekali software untuk membaca bahasa alam. Hanya saja manusia modern merasa enggan mengasah dan memanfaatkan software-nya, serta tak tertarik lagi dengan kemampuan & keahlian nenek moyang zaman dulu dalam mengoptimalkan software anugrah Tuhan. Akibatnya luar biasa, kita saksikan betapa carut marutnya negeri ini dalam segala hal. Sangat ironis ! padahal negeri ini gudangnya berbagai ilmu spiritual dan religi. Nenek moyangnya pun termasuk satu di antara 5 ras terbesar di dunia, termasuk salah satu manusia tertua di dunia, sejak palaeo javanicus yang hidup 2 juta tahun lalu dan pithecanthropus erectus yang hidup 800.000 tahun yang lalu. Ditemukan moyang manusia Jawa yang hidup antara 2500 tahun yll, yang telah mengenakan perhiasan perak di tangan dan kaki, bahkan telah mengenakan alas kaki yang termasuk “modern”. Kini generasi penerusnya yakni manusia zaman modern yang hidup di bumi nusantara, memiliki “prestasi hebat” dengan giat mengimpor alas kaki dan perhiasan dari luar negeri. Zaman dulu, nenek moyang kita telah pandai membaca gejala alam apabila akan terjadi suatu marabahaya, misalnya bencana alam. Sehingga mereka bisa mengantisipasi dan menyelamatkan diri sebelum marabahaya benar-benar terwujud. Kecermatan itu pula yang hingga kini masih dimiliki hewan. Saat akan terjadi tsunami manusia tenang-tenang saja, bahkan malah lari ke tepi laut, sedangkan binatang lari menjauhi laut dan ke arah gunung. Jika kita mau memahami, luapan air dan lumpur sudah sangat lazim terjadi di seantero wilayah nusantara ini sejak zaman dulukala. Bahkan tanah tempat berdirinya Kraton Yogyakarta dahulu kala adalah segoro umbel (rawa berlumpur). Manusia sibuk membuat “mainan” ribuan bola-bola beton untuk menutup semburan lumpur, sementara itu nenek moyang kita selalu berhasil menutup semburan lumpur dan air dengan alat musik gong. Sayang sekali, metode ilmiah itu kini dianggap sebagai cara-cara yang tidak ilmiah dan tak masuk akal --justru oleh orang-orang yang mengaku modern. Itulah wujud ketimpangan antara alam sadar dan bawah sadar, dengan kesadran rahsasejati. Disharmoni antara kesadaran jasad dengan kesadaran roh.

MENJADI MANUSIA KOSMOLOGIS

Manusia kosmologis adalah manusia yang perilakunya tidak melawan hukum alam, atau rumus/kodrat Tuhan. Perilaku manusia kosmologis mempunyai hubungan yang harmonis, selaras dengan perilaku alam semesta. Hal itu membutuhkan adanya keseimbangan antara kesadaran jasad dengan kesadaran roh. Untuk membangun harmonisasi kesadaran jasad dengan kesadaran roh, dan lebih dari itu kesadaran rasasejati diperlukan berbagai teknik. Termasuk memperbaiki pola perilaku yang menyimpang dari koridor harmonisasi dan sinergisme dengan alam semesta. Harmonisasi dan sinergi antara manusia dengan alam semesta akan menentukan kemampuan seseorang dalam membaca bahasa alam, atau memahami kehendak Tuhan. Dalam memahami kehendak Tuhan, paling tidak ada dua sikap yang perlu kita hayati yakni ; sikap eling & waspada. Eling terhadap sangkan paraning dumadi, dan waspada terhadap segala hal yang dapat menjadi penghalang jalan menggapai tataran spiritualitas tinggi menjadi manusia kosmologis. Dengan berbekal dua sikap di atas, kita akan menjadi orang yang bisa NGGAYUH KAWICAKSANANING GUSTI. Tahu tanpa ragu atas apa yang menjadi kehendak Tuhan. Memandang kehidupan ini menjadi lebih gamblang dan terang benderang. Mengerti secara tepat apa yang harus dilakukan. Manusia kosmologis mudah mengidentifikasi berbagai persoalan, tahu persisi harus berbuat apa dan bagaimana, selanjutnya akan membuahkan ketulusan dalam menghayati nilai-nilai luhur dengan penuh belas kasih. Itulah orang-orang yang berbudi pekerti luhur. Negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, akan segera terbit “dari timur” apabila nilai-nilai kosmologis telah menjiwai para pemimpin bangsa ini dan dimanifestasikan dalam kehidupan yang penuh welas asih, saling asah asih asuh.

PAHAMI JATI DIRI = PAHAMI ALAM SEMESTA = PAHAMI HAKEKAT TUHAN

Pada kesempatan ini kita berkumpul di tlatah Sidoarjo Jatim, di mana musibah lumpur telah menggemparkan dunia sejak beberapa tahun lalu. Hal itu menyiratkan makna bahwa manusia tidak selamanya mampu mendominasi dan mengekploitasi bumi dengan seenaknya. Apabila batas-batas toleransi telah dilanggar, bumi akan dengan mudahnya meluluh lantakkan arogansi umat manusia hanya dalam waktu sekejap saja. Betapa dahsyatnya musibah menggulung umat manusia bila alam sudah berkehendak menunjukkan dominasi dan otoritasnya. Di balik peristiwa bencana alam, telah mengajarkan kepada kita akan nilai kebijaksanaan dan kearifan, agar manusia LEBIH PANDAI MENSYUKURI NIKMAT TUHAN. Bersyukur dalam arti sesungguhnya, adalah bukan sekedar lips service. Namun dimanifestasikan dalam laku perbuatan hidup sehari-hari secara konkrit. Sebagaimana perilaku bersyukur alam semesta ini yang tak pernah latah, munafik dan sekedar terucap di mulut doang. Jika kita merasa sudah mensyukuri nikmat Tuhan, kita harus lebih pandai lagi mensyukurinya yakni dimanifestasikan dalam perbuatan nyata. Menjadi manusia yang lebih peduli untuk mengenali karakter, memahami sifat-sifat bumi yang telah berabad-abad lamanya manusia injak-injak tanpa pernah mengeluh. Diri kita adalah representasi mikro kosmos atau jagad kecil, sedangkan bumi merupakan jagad besar atau makro kosmos. Menyayangi bumi sama halnya kita menyayangi diri kita sendiri. Bumi hanya ingin disapa, dibelai, dimengerti dan dipahami seperti harapan yang terbersit dalam nurani kita. Walau selamanya bumi selalu memberi kepada manusia, namun bumi tetap berharap manusia peduli untuk saling memberi. Bumi bukanlah sekedar tanah dan batu, gunung dan sungai, lautan dan awang-awang yang tampak oleh mata telanjang kita. Bumi yang kita pijak dan bumi lingkungan alam seolah-olah tak bernyawa. Namun bumi yang seolah tak hidup ini di dalamnya penuh dengan ragam ciptaan Tuhan yang sangat kompleks, heterogen, meliputi makhluk hidup & tak hidup ciptaan Tuhan. Walau tanah yang kita pijak ini tampak seolah mati, namun sungguh mengandung energi hidup yang menghidupkan (atma sejati). Memang benar tanah adalah benda tak hidup, namun tanah justru menyimpan energi atma sejati atau energi yang menghidupkan yang tak pernah ada habisnya. Pernahkah kita berkontemplasi sejenak, bahwa dengan tanah yang tak hidup, justru manusia dan makhluk hidup lainnya dapat bertahan hidup dan melakukan regenerasinya. Kenyataannya tanah yang kita pijak ini mengandung energi yang menghidupkan.

Sekalipun musibah dan bencana merupakan bentuk perilaku yang sangat merusak, ganas dan sulit dibendung oleh kekuatan manusia. Namun di balik itu bencana alam telah menyelipkan perilaku fairplay-nya. Bagi manusia yang mengerti akan jati diri bumi pertiwi, di dalam setiap musibah dan bencana tetap terselip benih-benih anugrah baru yang dapat kita semai. Namun benih-benih anugrah tidaklah otomatis akan tumbuh berkembang dan berubah menjadi anugrah dengan sendirinya. Bila kita berhasil menyemainya, kelak akan berubah menjadi anugrah agung dan indah. Dalam perspektif Jawa, untuk merebut anugrah tersebut diperlukan rangkaian “laku” hidup yang cukup, pas dan pener (tepat sasaran). Nasib bangsa, nasib suatu kaum, nasib diri kita bukan tergantung kepada siapa-siapa, melainkan tergantung kemampuan kita sendiri untuk merubahnya. Tuhan hanya berdiri di garis finis, menentukan hasil akhir setelah manusia mau berusaha.

JADIKANLAH DIRI ANDA MAGNET POSITIF

Tuhan telah menggelar rumus-rumus, hukum-hukum, kodrat yang meliputi jagad raya seisinya. Rumus-rumus tersebut bagaikan “karpet merah” yang digelar di atas panggung kehidupan ini. Bila manusia melewati karpet merah, mereka akan selamat dan mulia. Sebaliknya, bila manusia memilih tidak melewati karpet merah, mereka akan celaka dan hina. Manusia bebas memilih, mau melewati “karpet merah” atau tidak. Manusia mau menjalani hidup sesuai rumus-rumus atau tidak. Masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda. Kebaikan akan berbuah lipat kali dengan kebaikan, keburukan akan berbuah lipat kali dengan keburukan. Apabila anda menanam sebutir jagung, buahnya akan berjumlah beratus butir. Bila anda menolong seseorang, maka teman-temannya, saudara-saudaranya akan menyayangi anda. Sebaliknya bila anda menganiaya seseorang, maka saudara-saudaranya, keluarganya dan teman-temannya akan memusuhi anda. Kebaikan yang anda lakukan pada orang lain sesungguhnya akan kembali pada diri anda sendiri. Sebaliknya keburukan yang anda lakukan pada orang lain akan kembali menimpa diri anda sendiri. Hidup anda seperti magnet, tebaran medan magnet akan menarik segala sesuatu yang sejenis. Bila magnet anda positif, segala hal positif akan mendekati dan menempel pada diri anda. Demikian pula bila magnet anda negatif, segala hal negatif akan senang sekali menghampiri diri anda.

Kembali Ke Pangkuan Ibu-Bapak Pertiwi, menjadi Anak Yang Berbakti

Kepada saudara-saudaraku sebangsa setanah air, coba kita bersama pahami, bahwa bencana alam merupakan bentuk teguran atau hukuman Tuhan atas segala kesalahan & kekhilafan manusia. Satu alasan kuat bahwa dengan cara pandang demikian kita justru akan menjadi lebih mampu MEWASPADAI DIRI KITA SENDIRI. Yang sering khilaf dan bersalah dengan tanpa kita sadari. Kita jalani semua bencana ini dengan tabah, sabar, tulus & bersemangat untuk bangkit kembali. Masyarakat seperti tersentak untuk menyadari betapa pentingnya mengolah rasa dan menyeimbangkan perilaku diri dengan lingkungan alam. Sebagaimana telah banyak diajarkan dalam warisan nilai luhur nenek moyang kita. Kembali menghayati nilai-nilai luhur bangsa yang selama ini telah dilecehkan dan dianggap sepele, kuno, sirik, dan musrik dst. Penghayatan bukan hanya sekedar melestarikan pusaka warisan leluhur saja, lebih dari itu kita akan sadar kembali betapa canggihnya “perangkat lunak” (SOFTWARE) yang dimiliki oleh nenek moyang bangsa nusantara yang besar ini. Nilai luhur yang penuh kearifan dan kebijaksanaan. Nilai luhur yang benar-benar mengerti jati diri bangsa, memahami sifat dan karakter alam khususnya bumi nusantara.

Pusaka nusantara adalah seperangkat nilai luhur kearifan lokal walau sudah terbukti sungguh cermat dalam mengenali jati diri bangsa tetapi kini termarginalisasi oleh cultur asing yang dianggap lebih menghebohkan. Nilai luhur kearifan lokal yang mengandung ajaran bijaksana kepada manusia agar tidak melawan hukum Tuhan yang tergelar di jagad raya. Ajaran yang mengajak untuk melakukan perbuatan yang selaras, harmonis dan sinergis dengan irama alam, khususnya lingkungan alam bumi nusantara yang aslinya subur dan loh jinawi. Menghormati, belas kasih, saling memelihara terhadap sesama manusia, terhadap binatang, tumbuhan, lingkungan alam serta penghuni dimensi gaib. Bukankah mereka semua sama-sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus saling welas asih dan saling menghargai ?!! Hanya dengan cara demikianlah kita akan berhasil MERUBAH MUSIBAH MENJADI ANUGERAH. Lihatlah musibah gempa di Bantul 3 tahun silam. Menghentak kesadaran masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya yang telah mengabaikan “pusaka” warisan leluhurnya. Gempa bumi seolah membuat kesadaran terhenyak betapa selama ini telah menjadi generasi penerus yang DURHAKA kepada leluhur nenek moyangnya. Kita semua percaya, durhaka kepada ibu kandung dapat mengakibatkan malapetaka besar. Nah, sama halnya generasi bangsa yang durhaka terhadap para pahlawannya, para leluhurnya yang telah berkorban nyawa, harta, keluarga demi dapat mewariskan tanah-perdikan bumi pertiwi demi kelangsungan hidup anak turunnya kelak di kemudian hari. Yakni kelangsungan hidup kita semua saat ini. Kesadaran itulah yang menjadi motivasi masyarakat untuk kembali menghargai dan menghayati kearifan lokal. Dan sebagai hadiahnya kini, musibah itu perlahan namun pasti telah menjadi ANUGERAH TEKTONIK yang luar biasa. Gempa yang membawa kemakmuran masyarakat khususnya wilayah Bantul, Jogjakarta dan sekitarnya. Namun, bukan berarti musibah secara otomatis akan menjadi anugrah, semua tergantung manusia yang menjalaninya. Anugrah itu, merupakan berkah Tuhan karena sikap berbakti kepada ibu pertiwi, berbakti kepada para perintis bangsa, berbakti kepada para leluhurnya. Itulah rumus-rumus tersembunyi merubah musibah menjadi anugrah. Rumus-rumus dalam scope jagad kecil (mikrokosmos) saya telah saksikan dengan mata kepala sendiri, hingga beratus kali, bahwa anak yang paling berbakti kepada kedua orang tuanya, ialah yang paling sukses lahir dan batinnya.

Warning !!!

Bisa dikatakan bahwa puncak bencana di bulan September ini telah berlalu, namun bukan berarti kita bisa mengendorkan sikap eling dan waspada. Sebab, sisa-sisa gempa yang cukup kuat belumlah habis. Mungkin masih sekali lagi cukup besar walau tidak makan korban. Setelah itu semakin surut, walau tidak beresiko tinggi namun tetap saja bisa membuat celaka manusia. Dan hari ini Tuhan telah meletakkan kembali tanda-tanda dalam bentuk bahasa alam yang berada di langit sebelah timur. Kita waspadai gejolak gunung api dan air yang giliran akan berbicara. Di manapun berada, dan siapapun yang berada di dekat dua wilayah itu hendaknya lebih hati-hati, waspada dan semakin gentur berdoa pada Tuhan mohon keselamatan. Perjalanan menuju kemakmuran masih panjang. Sileme prahu gabus baru terjadi saat tahun 2012-2015. Melihat tanda-tandanya, 2012 menjadi keadaan yang sangat berat yang harus disangga bangsa ini. Keadaan berat terutama kebangkrutan ekonomi paling parah di tahun 2012. Bahkan apabila tidak bersikap eling dan waspada, sepertinya akan mampu menghempaskan siapapun yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi di negari ini. Walau “sang penguasa” memperoleh jatah 2 periode memimpin negeri tercinta, namun yang 5 tahun sudah dijalaninya, dan sudah dihabiskan pada saat gempa dahsyat 30 September 2009 ini. Akankah periode berikutnya hanya diambil 2,5 tahun saja. Apapun yang terjadi, hendaknya menjadikan kekuasaannya sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada negeri, bangsa, dan negara tercinta ini. Mempersembahkan baktinya yang tertinggi, agar supaya tidak lagi menjadi negeri yang durhaka sampai mati. Agar mendapat berkah Ilahi. Dapat dirasakan sampai anak cucu nanti. Tanamlah pohon kebaikan sebanyak-banyaknya, agar buahnya berlimpah bisa dinikmati hingga anak cucu kelak. Dan tebarkan segala ketulusan dan kasih-sayang kepada seluruh makhluk. Hanya dengan begitulah, Yang Maha Gaib akan selalu memagari jiwa raga kita dari segala macam celaka. Bahkan kekuatan kasih sayang yang tulus kepada seluruh makhluk, dengan tanpa membeda-bedakan budaya, agama, ajaran, dan suku bangsa, akan mampu mengambil “hati” bumi pertiwi sehingga dapat melepaskan sedikit demi sedikit stock energi tektonik dashyat yang masih tersimpan di dalam bumi yang kapanpun siap menggelegar menghancurkan permukaan bumi. Rahayu dan karaharjan, salam sih katresnan untuk para hadirin, para pembaca yang budiman, pada negeriku, dan seluruh saudara-saudaraku sebangsa setanah air.

Sabdå

Catatan : Dalam makalah ini sengaja saya sisakan kalimat “berekor”, dengan harapan agar dapat dilanjutkan pada giliran sesi tanya jawab.

Read rest of entry
 

kesan tradisional tetap terasa

tempat lesehan yang tenang, romantis, nyaman, bersih

Tampilan slide

Loading...

Blog List


suasana serasa makan di rumah sendiri

Kontak Kami

sabdalangit@gmail.com
staf@sabdalangit.com
Redesign by Jasa Pembuatan Blog Mung Bisnis